Pemkab Sigi Manfaatkan Bekas Likuefaksi Jadi Lahan Persemaian Padi

Pemkab Sigi Manfaatkan Bekas Likuefaksi Jadi Lahan Persemaian Padi

Nusantaratv.com - 03 April 2023

Sejumlah pengendara melintas di jalan yang baru dioperasionalkan di area bekas pencairan tanah atau likufaksi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (11/3/2023). Jalan sepanjang 900 meter yang hilang akibat bencana likuifaksi 2018 silam difungsikan kembali setelah dilakukan rekonstruksi oleh Kementerian PUPR. (ANTARA/Basri Marzuki)
Sejumlah pengendara melintas di jalan yang baru dioperasionalkan di area bekas pencairan tanah atau likufaksi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (11/3/2023). Jalan sepanjang 900 meter yang hilang akibat bencana likuifaksi 2018 silam difungsikan kembali setelah dilakukan rekonstruksi oleh Kementerian PUPR. (ANTARA/Basri Marzuki)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, memanfaatkan lahan bekas likuefaksi untuk dijadikan sebagai tempat persemaian atau kegiatan proses benih menjadi bibit, khususnya padi dan tanaman hortikultura.

"Pemanfaatan area lahan likuefaksi yang berada di Desa Jono Oge, nantinya direncanakan sebagai potensi kawasan pusat persemaian modern," kata Bupati Sigi Mohamad Irwan, di Sigi, Senin.

Desa Jono Oge merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Sigi Biromaru yang terdampak gempa 7,4 Skala Richter (SR) disertai likuefaksi pada tahun 2018.

Saat ini kawasan terdampak likuefaksi tersebut telah menjadi hutan, sementara masyarakat Jono Oge yang rumahnya rusak karena terdampak gempa dan likuefaksi, kini dipindahkan untuk menempati hunian tetap di Desa Pombewe.

Oleh karena itu, kata Irwan, Pemkab Sigi akan memanfaatkan wilayah tersebut untuk menopang pengembangan pertanian dan perkebunan di Sigi.

"Sehingga menghasilkan bibit tanaman yang baik. Oleh karenanya Pemda Sigi mengharapkan Kementerian PUPR berperan memberikan dukungan melalui penyediaan prasarana air baku," ujar Irwan.

Ia mengatakan Pemkab Sigi sangat membutuhkan dukungan dari Kementerian PUPR untuk memenuhi kebutuhan air dalam persemaian bibit-bibit pohon dengan skala besar yang direncanakan untuk program rehabilitasi lahan kritis dan penghijauan daerah aliran sungai.

"Kita ketahui bersama bahwa gempa dan likuefaksi tahun 2018 berdampak pada rusaknya sistem pengairan dan irigasi. Oleh karena itu diharapkan Kementerian PUPR dapat mempercepat pemulihan ini, untuk menopang pengembangan pertanian Sigi," katanya.

Selain Jono Oge, ujar dia, Pemkab Sigi juga akan memanfaatkan lahan bekas likuefaksi di Desa Sibalaya, Kecamatan Tanambulava, sebagai kawasan edukasi bencana.

"Untuk likuefaksi Desa Sibalaya, itu akan dikembangkan menjadi tempat wisata yang di dalamnya terkandung muatan pendidikan bencana," ungkapnya.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close