Nusantaratv.com - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengajak perusahaan swasta untuk ikut membantu penanganan bencana alam melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), karena sejumlah wilayah di daerah itu dilanda banjir dan tanah longsor.
"Semua perusahaan swasta di Kabupaten Kudus sudah kami kumpulkan. Mereka kami minta ikut membantu penanganan bencana alam melalui program CSR-nya," kata Bupati Kudus Hartopo di Kudus, Rabu.
Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Kudus, kata dia, tidak hanya banjir, ada bencana tanah longsor yang terjadi di beberapa desa di Kecamatan Gebog dan Dawe.
Ia berharap dengan dukungan perusahaan swasta, setidaknya penanganan korban bencana alam lebih maksimal.
Menurut dia, Pemkab Kudus membutuhkan bantuan semua pihak, karena lokasi bencana alam tersebar di berbagai daerah. Bahkan, desa terdampak banjir juga semakin meluas.
Kebutuhan mendesak untuk para pengungsi, kata dia, terkait suplai kebutuhan pokok sehari-harinya. Selain itu, warga terdampak banjir yang masih bertahan di rumah juga membutuhkan bantuan makan setiap harinya.
Selain itu, imbuh dia, konsumsi juga perlu disediakan untuk para relawan, petugas gabungan dari TNI dan Polri yang membantu menangani bencana juga perlu dipikirkan.
Jika ada perusahaan swasta yang hendak membantu, dipersilakan berkoordinasi dengan BPBD Kudus.
Sementara itu, General Manager HR-GA Pura Group Agung Subani menyatakan kesiapannya membantu penanganan bencana alam, karena hari ini (4/1) juga sudah mendistribusikan bantuan logistik ke tempat pengungsian.
Total logistik yang disalurkan, yakni beras 5 kuintal, mi instan, telur, dan makanan siap saji, serta air bersih.
"Penyaluran bantuan tersebut hingga banjir selesai. Kami juga membuka posko kesehatan di Desa Jati Wetan untuk melayani pengobatan warga yang mengalami gangguan kesehatan," ujarnya.
Untuk membantu mengurangi genangan banjir, PT Pura juga ikut mengoperasikan dua unit mesin pompa penyedot air dengan kapasitas 5.000 liter per detik untuk setiap unit mesinnya.
Bahkan, kata dia, pihaknya juga akan membangun satu bangunan polder lagi dengan kapasitas mesin pompa penyedot 20.000 liter per detik.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh