Pemkab Fasilitasi Musyawarah Penetapan Pakaian Adat Bangka Barat

Pemkab Fasilitasi Musyawarah Penetapan Pakaian Adat Bangka Barat

Nusantaratv.com - 19 Desember 2022

Musyawarah para pelaku adat dan pemerhati budaya untuk menyepakati pakaian adat Bangka Barat. (ANTARA/ Donatus Dasapurna)
Musyawarah para pelaku adat dan pemerhati budaya untuk menyepakati pakaian adat Bangka Barat. (ANTARA/ Donatus Dasapurna)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi musyawarah para pelaku adat dan pemerhati budaya untuk menyepakati sekaligus mengusulkan penetapan pakaian adat daerah setempat.

"Kami berharap melalui musyawarah bersama yang melibatkan banyak pelaku dan pemerhati budaya ini bisa menghasilkan kesepakatan pakaian adat yang nantinya menjadi pelengkap peraturan daerah setempat," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ali di Mentok, Senin.

Ia menjelaskan musyawarah yang melibatkan puluhan pelaku dan pemerhati budaya dari seluruh kecamatan di Bangka Barat tersebut merupakan tindak lanjut dari penyusunan rancangan peraturan bupati tentang penggunaan pakaian adat daerah Bangka Barat yang telah diajukan pada tahun ini.

"Musyawarah ini dilaksanakan karena kurangnya data pendukung serta proses pengkajian terhadap pakaian adat daerah. Hasil dari pertemuan ini akan dijadikan rujukan data kajian pendukung rancangan peraturan bupati tentang pakaian adat Bangka Barat," ujarnya.

Ia berharap melalui fasilitasi kegiatan itu, para peserta dapat berperan aktif memberikan masukan, saling berdiskusi dan menemukan titik terang terkait pakaian adat Bangka Barat.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Bangka Barat Heru Warsito mengatakan di Kabupaten Bangka Barat terdapat beberapa macam masyarakat adat, antara lain masyarakat adat Siantan, Jering, Ketapik, Ampang/Sepang Sepane, Kediale, Tapakwitang dan masyarakat adat Sekak.

"Masyarakat adat tersebut sejauh ini tumbuh dan berkembang secara heterogen di tengah masyarakat," ujarnya.

Dengan keberagaman adat dan budaya tersebut, kata dia, penting rasanya untuk membentuk identitas adat istiadat berdasarkan nilai-nilai budaya yang sesuai dengan lokalitas masyarakat pemiliknya. Salah satu identitas kedaerahan yang dapat tergambar berdasarkan bentuk, corak dan gaya pakaian adat daerah yang digunakan.

"Pakaian adat selain dimaknai sebagai pakaian yang mengekspresikan identitas, bisa juga dikaitkan dengan wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Selain itu, pakaian adat daerah juga dapat menunjukkan status sosial, perkawinan dan agama," katanya.

Ia berharap musyawarah para pelaku dan pemerhati budaya di seluruh Bangka Barat tersebut bisa menghasilkan rumusan terbaik tentang pakaian adat yang memiliki karakteristik lokal agar kemudian bisa membantu mendorong kemajuan budaya di daerah itu.

Hadir dalam musyawarah tersebut puluhan pengurus lembaga adat melayu dari seluruh kecamatan, perwakilan organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, pemangku adat dan beberapa pemerhati budaya lokal.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close