Nusantaratv.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menjalin kerja sama bidang ekonomi dengan ASEAN Internasional Advocacy & Consultancy (SAIAC).
"Selamat datang kepada ibu Shanti Shamdasani selaku founder dan CEO S. ASEAN International Advocacy & Consultancy, ini lah Natuna, negeri kepulauan di ujung utara," Ucap Bupati Natuna, Wan Siswandi pada saat kegiatan penandatanganan kerjasama kedua belah pihak di Natuna, Rabu.
Ia juga menyampaikan harapan dengan adanya kerja sama tersebut ekonomi Natuna akan semakin meningkat melalui berbagai sektor terutama pariwisata.
"Kami berharap sekali semoga dengan adanya kerja sama ini, perkembangan di bidang ekonomi akan meningkat, terutama dalam mempromosikan Natuna," ujarnya.
Ia juga menjelaskan tentang Natuna yang merupakan kepulauan paling utara di selat Karimata. Di sebelah utara, Natuna berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja, di selatan berbatasan dengan Sumatra Selatan dan Jambi, di bagian barat dengan Singapura, Malaysia, Riau dan di bagian timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat
Ia juga mengatakan di Laut Natuna memiliki cadangan energi bumi yang sangat melimpah, terutama migas dengan cadangan yang cukup besar berada di lepas pantai Natuna.
"Natuna berada pada jalur pelayaran internasional Asia Timur. Kabupaten Natuna terkenal dengan penghasil minyak dan gas. Cadangan minyak bumi Natuna diperkirakan mencapai 1.400.386.470 barel, sedangkan gas bumi 112.356.680.000 barel, dengan ini Natuna banyak memiliki potensi-potensi yang menjanjikan untuk mensejahterakan masyarakat, baik di bidang pariwisata dan di bidang ekonomi lainnya," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Shanti Shamdasani selaku founder dan CEO S. ASEAN International Advocacy & Consultancy (SAIAC) menyampaikan S. ASEAN International Advocacy & Consultancy (SAIAC) adalah firma bisnis strategis, pemerintah, urusan publik, kebijakan publik, konsultan hukum perusahaan, dan penelitian dan didirikan pada tahun 2010.
"Firma ini bermula sebagai mitra strategis Sekretariat ASEAN dalam mengelola implementasi ASEAN Peta jalan Masyarakat Ekonomi (MEA)," katanya.
Ia juga menyampaikan maksud kedatangan ke Natuna ingin memperluas advokasi digital, intelijen pasar yang melayani perusahaan multinasional besar di seluruh wilayah dan juga ingin memberikan konsultasi dengan membentuk panel.
"Penasihat yang mengarahkan keterlibatan bisnis AS, UE, China dan Korea dengan pejabat pemerintah dalam memasuki pasar dan mengatasi hambatan perkembangan ekonomi," katanya.
Ia berharap dengan kerja sama tersebut perkembangan ekonomi Natuna akan lebih baik kedepannya.
"Semoga langkah awal kita pada hari ini akan menjadi jalan cerah yang lebih baik untuk perkembangan ekonomi di Natuna," katanya.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh