Menhut Raja Juli Antoni Tekankan Konservasi Didahulukan sebelum Pariwisata

Menhut Raja Juli Antoni Tekankan Konservasi Didahulukan sebelum Pariwisata

Nusantaratv.com - 13 Mei 2026

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menghadiri Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin 11 Mei 2026. (ANTARA/HO-Kemenhut RI) (Antara)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menghadiri Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin 11 Mei 2026. (ANTARA/HO-Kemenhut RI) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Pemerintah Indonesia menggaungkan prinsip “Ecological before Tourism” atau mendahulukan fungsi ekologis sebelum pariwisata dalam setiap kebijakan pemanfaatan kawasan konservasi.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rangkaian Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada awal pekan ini.

“Pesan utama yang kami bawa adalah 'Ecological Before Tourism'. Fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas harus didahulukan sebelum kita berbicara mengenai pengembangan pariwisata. Ekowisata harus menjadi alat untuk memperkuat konservasi, bukan sebaliknya,” kata Menhut dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat dalam perlindungan keanekaragaman hayati melalui berbagai langkah strategis nasional yang menjadi pilar penguatan konservasi satwa dan pengelolaan kawasan konservasi nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik.

Menurut Raja Juli Antoni, inisiatif tersebut dirancang guna memperkuat pengelolaan taman nasional melalui skema pembiayaan yang inovatif, berkelanjutan, dan memiliki orientasi jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme yang dikembangkan mencakup optimalisasi nilai ekonomi karbon serta penguatan ekowisata sebagai instrumen pendukung konservasi.

Menhut juga menegaskan bahwa arah pengembangan taman nasional di Indonesia ke depan harus berlandaskan prinsip keberlanjutan yang kuat.

Selain itu, Indonesia membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dengan komunitas internasional, lembaga donor, hingga sektor swasta global guna mendukung skema pembiayaan baru tersebut.

Melalui pembentukan satgas itu, Indonesia berupaya memastikan pengelolaan taman nasional berstandar kelas dunia yang tidak hanya meningkatkan penyerapan karbon, tetapi juga melindungi spesies ikonik yang terancam punah.

“Kami mengundang kemitraan global untuk memperkuat pendanaan dan transfer teknologi dalam pengelolaan taman nasional. Dengan kolaborasi internasional, kita dapat memastikan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia terjaga demi keseimbangan ekosistem global,” ujar Menhut Raja Antoni, dikutip dari Antara.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close