Nusantaratv.com-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) RI Wihaji meninjau sejumlah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Kelurahan Ketapang, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bagian dari upaya menekan angka prevalensi stunting di wilayah tersebut.
"Kita sudah lihat tiga KRS dan memang keluarga ini memiliki balita, kondisi rumah, sanitasi dan ketersediaan air bersihnya kurang baik," kata Wihaji saat meninjau KRS di Kelurahan Ketapang Kota Pangkalpinang, Kamis, 6 Agustus 2026.
Wihaji menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program itu difokuskan untuk mencegah sekaligus menurunkan prevalensi stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"KRS ini dikarenakan rumah, sanitasi, air bersih yang kurang layak dan sebagainya," ujarnya.
Menurut Wihaji, penanganan stunting harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan anak. Masa tersebut menjadi periode penting yang menentukan tumbuh kembang balita agar terhindar dari stunting.
"Apabila 1.000 hari pertama kehidupan anak ini sudah stunting, maka hanya 20 persen anak mengalami stunting yang bisa disembuhkan. Oleh karena itu, sebelum bayi tersebut mengalami stunting maka kita melakukan pendekatan untuk memberikan solusi penyebab stunting ini," katanya, dikutip dari Antara.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengatakan upaya mengatasi stunting tidak dapat hanya bertumpu pada sektor kesehatan. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut juga membutuhkan perbaikan sanitasi, akses air bersih, serta penyediaan rumah yang layak.
"Kehadiran Mendukbangga di Kelurahan Ketapang hari ini menjadi suntikan semangat bagi Pemprov Babel untuk terus memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh, agar daerah ini bebas stunting," ujarnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh