Nusantaratv.com-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyoroti pentingnya permainan tradisional sebagai alternatif jitu untuk menekan tingkat ketergantungan anak terhadap gawai atau durasi menatap layar (screen time) yang berlebihan.
"Sejak Peringatan Hari Anak Nasional 2025, kami mendorong permainan tradisional sebagai solusi untuk anak-anak kita agar tidak berlebihan menggunakan gawai. Kami menyampaikan apresiasi kepada Tanoker Ledokombo yang konsisten menginisiasi festival ini dari tahun ke tahun," kata Arifah Fauzi dalam keterangan, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Arifah saat menghadiri perhelatan Festival Egrang ke-14 yang diinisiasi oleh Tanoker Ledokombo di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Ia mengapresiasi konsistensi komunitas tersebut dalam melestarikan budaya lokal sebagai respons atas tingginya penggunaan gawai, sebuah kampanye yang telah didorong Kementerian PPPA sejak Peringatan Hari Anak Nasional 2025.
"Bagi saya ini perhelatan luar biasa karena berangkat dan tumbuh dari akar rumput, serta kesadaran masyarakat untuk membangun Ledokombo dan Jember menjadi lebih mandiri serta berdaya," kata Arifah Fauzi.
Menurutnya, festival yang lahir dari inisiatif akar rumput ini menjadi bukti nyata kesadaran masyarakat dalam membangun wilayah yang mandiri, berdaya, sekaligus peduli terhadap penguatan karakter anak.
Menteri Arifatul Choiri Fauzi memaparkan bahwa permainan tradisional seperti egrang tidak hanya sekadar hiburan, melainkan ruang interaksi yang sarat akan nilai kehidupan. Melalui permainan ini, anak-anak diajarkan tentang semangat gotong royong, sportivitas, saling menghargai, hingga kesetaraan.
Baca juga: Menteri PPPA Kecam Influencer yang Libatkan Anak dalam Promosi Vape: Itu Sangat Berbahaya
Aktivitas fisik ini juga menciptakan ruang inklusif bagi keluarga dan warga sekitar untuk saling merajut kebersamaan serta silaturahmi. Ia berharap langkah ini dapat menjadi solusi bersama agar anak-anak mampu memanfaatkan waktu luangnya secara lebih positif dan interaktif.
"Mudah-mudahan ini menjadi solusi bersama agar anak-anak dapat memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi, dikutip dari Antara.
Kehadiran Menteri PPPA turut disambut antusias oleh Bupati Jember Muhammad Fawait. Ia menilai kunjungan ini sebagai momentum strategis untuk menyelaraskan program pemerintah daerah dengan arah kebijakan pusat.
Fawait menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen penuh untuk terus menjamin terpenuhinya hak-hak dasar anak maupun lansia, mulai dari sektor pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan ruang rekreasi edukatif seperti festival budaya.
"Komitmen Kabupaten Jember akan terus sesuai dengan arahan Presiden dan Ibu Menteri PPPA, bagaimana anak-anak termasuk lansia mempunyai hak yang harus dipenuhi, termasuk pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, termasuk festival," kata Fawait.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan atas upaya perlindungan dan pemberdayaan masyarakat tersebut, acara ini juga dirangkaikan dengan deklarasi komitmen dari sepuluh kepala desa di Kecamatan Ledokombo untuk mengembangkan inisiatif Ruang Bersama Indonesia.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh