Nusantaratv.com - Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mengusulkan rehabilitasi seluas 2.000 hektare hutan produksi terbatas (HPT) Air Ipuh II di Desa Air Berau yang rusak akibat perambahan.
"Tahun 2023 kami mengajukan proposal usulan rehabilitasi seluas 2.000 hektare HPT Air Ipuh II di Desa Air Berau kepada pemerintah pusat," kata Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten Mukomuko Aprin Sihaloho di Mukomuko, Rabu.
Ia menjelaskan, usulan rehabilitasi hutan dan lahan tersebut berupa kegiatan penanaman tanaman buah dan kehutanan di hutan yang terbuka akibat aktivitas pembalakan liar kayu.
Ia mengatakan, instansi mengusulkan program rehabilitasi hutan dan lahan yang rusak akibat perambahan di daerah ini kepada pemerintah pusat karena instansinya tahun 2023 tidak ada anggaran untuk melakukan program tersebut.
Selain itu, katanya, KPH di tingkat kabupaten ini keterbatasan kewenangan dan anggaran untuk melakukan rehabilitasi dan reboisasi hutan yang rusak akibat perambahan.
"Kegiatan kita tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, yakni melakukan patroli untuk mencegah perambahan kawasan hutan produksi di daerah ini," ujarnya.
Selain itu, katanya, instansinya juga mengusulkan pemasangan patok batas kawasan hutan produksi dengan lahan perkebunan kelapa sawit milik warga dan perusahaan untuk mencegah perambahan hutan.
Sementara itu, seluas 78 ribu hektare hutan produksi dan hutan produksi terbatas di daerah ini.
Dari kawasan hutan seluas 78 ribu hektare tersebut, papar dia, seluas 12 ribu hektare di antaranya dikelola PT Sifef Biodivesity, seluas 22 ribu hektare dikelola PT BAT, 6.000 hektare dikelola PT API, dan 10 ribu hektare diusulkan sebagai hutan desa.
Ia mengatakan hingga kini masih ada seluas 28 ribu hektare hutan yang berada di bawah pengawasan instansinya. Dari puluhan ribu hektare tersebut sekitar 60-70 persen rusak akibat perambahan.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh