Kemlu: tak ada Migran WNI Meninggal Akibat Kebakaran Hutan di Yunani

Kemlu: tak ada Migran WNI Meninggal Akibat Kebakaran Hutan di Yunani

Nusantaratv.com - 24 Agustus 2023

Arsip - Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha dalam konferensi pers bertajuk, “Mencermati Situasi 'Overload' PMI di Detensi Malaysia dari Perspektif HAM”, di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2023). ANTARA/Putu Indah Savitri
Arsip - Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha dalam konferensi pers bertajuk, “Mencermati Situasi 'Overload' PMI di Detensi Malaysia dari Perspektif HAM”, di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2023). ANTARA/Putu Indah Savitri

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha memastikan tidak ada korban WNI dalam bencana kebakaran hutan yang menewaskan belasan migran di Yunani.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KBRI Athena dan KJRI Istanbul yang terus memonitor dampak bencana tersebut, kebakaran hutan juga telah merambah wilayah perbatasan Yunani dengan Turki.

“Berdasarkan koordinasi dengan otoritas setempat dan kelompok masyarakat Indonesia, hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban bencana kebakaran tersebut, baik di wilayah Yunani maupun Turki,” kata Judha melalui pesan singkat, Kamis.
Kebakaran hutan itu menyebabkan 18 korban meninggal dunia. Mereka diduga adalah imigran gelap dari Turki.

Jenazah para korban ditemukan di pedesaan terpencil di selatan desa Avantas di Yunani utara pada Selasa (22/8). Lokasi itu merupakan titik kebakaran hutan yang telah terjadi selama berhari-hari dan saat ini masih berlangsung.

Wilayah Evros yang lebih luas adalah rute populer bagi para migran yang menyeberangi sungai dari Turki ke Yunani.

Tim pemadam kebakaran Yunani memastikan pencarian di seluruh area tempat kebakaran terjadi sedang berlangsung.

Guna merespons dampak bencana, WNI telah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memonitor dan mengikuti arahan otoritas setempat, serta segera menghubungi perwakilan RI terdekat jika memerlukan bantuan.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close