Kasus Sembuh COVID-19 Bertambah 3.779 Orang

Kasus Sembuh COVID-19 Bertambah 3.779 Orang

Nusantaratv.com - 15 Desember 2022

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menyerahkan surat keterangan dan melepas pasien sembuh dari virus corona di Pangkalpinang, Senin. (Babel.antaranews.com/Aprionis)
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan menyerahkan surat keterangan dan melepas pasien sembuh dari virus corona di Pangkalpinang, Senin. (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mencatat kasus sembuh COVID-19 di Indonesia mengalami tambahan sebanyak 3.779 orang pada Kamis sehingga total hingga saat ini mencapai 6.512.294 orang.

Berdasarkan data dari Satgas yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, kasus positif COVID-19 bertambah sebanyak 1.785 orang sehingga total hingga sekarang ini menjadi 6.706.053 orang.

Sedangkan kasus meninggal akibat COVID-19 bertambah sebanyak 24 orang sehingga total hingga saat ini mencapai 160.335 orang.

Dengan demikian, kasus aktif COVID-19 di Tanah Air berkurang sebanyak 2.018 orang menjadi 33.424 orang. Sebanyak 51.659 spesimen diperiksa per hari ini, dan ada 3.270 suspek COVID-19.

Tambahan kasus positif COVID-19 paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta sebanyak 573 orang. Kemudian, diikuti dengan Jawa Barat (499), Jawa Timur (162), Jawa Tengah (145), dan Banten (135).

Tambahan kasus sembuh COVID-19 paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta yakni 1.367 orang. Kemudian, diikuti dengan Jawa Barat (1.205), Jawa Tengah (349), DI Yogyakarta (166), Jawa Timur (156), dan Banten (142).

Sedangkan tambahan kasus meninggal akibat COVID-19 paling banyak disumbang oleh Jawa Tengah sebanyak tujuh orang, dan diikuti dengan Jawa Timur sebanyak enam orang.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakini tidak akan ada lonjakan kasus COVID-19 saat libur Natal dan tahun baru, mengingat penularan yang disebabkan varian baru telah menurun.

"Mudah-mudahan tidak ada (lonjakan kasus) karena varian barunya sudah turun sekarang," ujar Budi di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (14/12).

Budi mengatakan lonjakan kasus bukan disebabkan oleh mobilitas, tapi berkat munculnya virus COVID-19 varian baru. Sementara varian baru yang ditemukan di Indonesia seperti XBB maupun BQ.1 sudah mencapai puncak penularan.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close