Kasus DBD di NTT Meningkat, Warga Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

Nusantaratv.com - 09 Februari 2022

Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah (helpshared.com)
Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah (helpshared.com)

Penulis: Gabrin | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com - Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DKKPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat Kabupaten Ngada menjadi kabupaten dengan kasus pasien DBD meninggal terbanyak. Dari 8 kasus DBD meninggal, Kabupaten Ngada menyumbang 3 kasus DBD meninggal dunia hingga Selasa (8/2/2022). 

“Sampai dengan hari ini kabupaten Ngada menjadi kabupaten dengan kasus pasien meninggal dunia akibat DBD terbanyak yakni sebanyak tiga orang,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian penyakit Menular (P2PM) DKKPS NTT Agusthina Rospita.

Rospita mengatakan pasien yang meninggal dunia akibat demam berdarah tersebut adalah anak-anak yang terlambat dibawa ke Puskesmas, sehingga tidak segera mendapat penanganan.

Menurutnya, seharusnya anak-anak yang sudah mengalami panas tinggi selama tiga hari berurut-turut langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan dan pencegahan awal, sehingga tidak berdampak buruk kepada anak.

“Kebanyakan yang terjadi justru saat anak sudah kritis baru dibawa ke Puskesmas atau ke RS untuk dirawat sehingga sulit ditangani,” ujarnya.

Dari delapan kasus kematian akibat DBD di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tersebar di Kota Kupang satu orang, Kabupaten Sikka satu orang, Kabupaten Nagekeo satu orang, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) satu orang dan Kabupaten Sumba Tengah Satu orang.

Sampai saat ini jumlah kasus DBD terus bertambah. Pada pekan lalu jumlah kasus DBD mencapai 766 kasus. Kini jumlahnya sudah mencapai 979 kasus.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Manggarai Barat menempati urutan pertama yakni 204 kasus. Disusul kota Kupang 181 kasus dan ketiga adalah kabupaten Sikka dengan jumlah kasus mencapai 136 kasus.

Dengan jumlah kasus DBD yang terus meningkat di NTT Dinkes NTT mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar sehingga tak menjadi sarang jentik nyamuk.

Dinkes juga sudah membentuk juru pantau jentik nyamuk di setiap rumah, untuk memastikan bahwa tak ada tempat yang menjadi lokasi berkembangbiaknya jentik nyamuk.

Saat ini Dinkes di setiap kabupaten kota terus melakukan fogging atau pengasapan di setiap pemukiman untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk dan meningkatkan kasus DBD di setiap daerah.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close