Jumlah Titik Panas Indikasi Kebakaran di Kalimantan Timur Bertambah

Jumlah Titik Panas Indikasi Kebakaran di Kalimantan Timur Bertambah

Nusantaratv.com - 07 Agustus 2023

Arsip Foto - Petugas memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Giri Purwa, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (5/8/2023). (ANTARA/HO BPBD PPU)
Arsip Foto - Petugas memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Giri Purwa, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (5/8/2023). (ANTARA/HO BPBD PPU)

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Jumlah titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan yang dideteksi di wilayah Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (6/8) bertambah menjadi 162 titik dari 156 titik pada hari sebelumnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama periode pengamatan Minggu (6/8) pukul 01.00 hingga pukul 24.00 WITA mendeteksi 162 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di enam wilayah kabupaten di Kalimantan Timur.

Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman-Sepinggan Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Senin, selama periode itu titik panas dideteksi di Paser (6), Penajam Paser Utara (1), Kutai Barat (12), Kutai Timur (55), Kutai Kartanegara (16), Berau (61), dan Mahakam Ulu (11).

"Semua titik panas yang terpantau kemarin memiliki tingkat kepercayaan menengah," kata Diyan.

BMKG pada Sabtu (5/8) mendeteksi 156 titik panas di wilayah Kalimantan Timur, tersebar di Paser (3), Penajam Paser Utara (1), Kutai Barat (4), Kutai Timur (35), Kutai Kartanegara (12), Berau (61), dan Mahakam Ulu (40).

Diyan menyampaikan bahwa titik panas yang dideteksi selama periode pengamatan Minggu (6/8) berada di lokasi yang berbeda dengan yang dideteksi pada hari sebelumnya.

Informasi mengenai sebaran titik panas terbaru sudah disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten agar bisa ditindaklanjuti.

Diyan kembali mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan serta tidak melakukan tindakan yang bisa memicu kebakaran selama musim kemarau.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close