Nusantaratv.com-Pemerintah Indonesia mendorong International Tropical Timber Organization (ITTO) untuk memperkuat dukungan terhadap peningkatan daya saing industri kayu tropis, termasuk melalui transfer teknologi dan penguatan kapasitas yang lebih terarah.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melakukan pertemuan bilateral dengan Executive Director ITTO Sheam Satkuru di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026, Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama antara Indonesia dan ITTO dalam mendukung pengelolaan hutan lestari, pengembangan industri kayu tropis berkelanjutan, hingga peningkatan daya saing produk kehutanan Indonesia di pasar internasional.
Menhut menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen memperkuat Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian atau SVLK+, termasuk melalui integrasi teknologi penandaan geografis (geotagging) guna meningkatkan transparansi dan ketertelusuran rantai pasok dari hulu hingga hilir.
"SVLK+ memberikan jaminan kredibel bahwa produk kehutanan Indonesia berasal dari sumber yang legal dan dikelola secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat akuntabilitas dan tata kelola kehutanan nasional," ujarnya, dikutip dari Antara.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga meminta dukungan ITTO untuk mendorong pengakuan internasional yang lebih luas terhadap SVLK+, khususnya di negara-negara konsumen, agar penerimaan pasar terhadap produk kayu lestari asal Indonesia semakin meningkat.
Menurut Raja Juli Antoni, pertemuan bilateral itu menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat diplomasi kehutanan di tingkat global serta memperluas kerja sama internasional dalam mendukung pengelolaan hutan lestari, perdagangan hasil hutan yang bertanggung jawab, hingga kontribusi sektor kehutanan terhadap pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim global.
Sementara itu, Sheam Satkuru menegaskan komitmen ITTO untuk terus mendukung Indonesia melalui berbagai proyek yang didanai organisasi tersebut, termasuk pengelolaan ekosistem gambut, rehabilitasi dan konservasi mangrove, serta pengembangan produk hasil hutan.
Ia juga menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara anggota dengan kawasan hutan terbesar di Asia yang menjadi anggota penting bagi ITTO.
Selain itu, ITTO menyambut baik keberadaan perwakilan kehutanan Indonesia di organisasi tersebut melalui mekanisme yang berlaku.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh