Nusantaratv.com-Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo menyoroti maraknya informasi yang dinilainya tidak akurat di ruang publik, terutama di media sosial. Hal itu disampaikannya dalam acara Nusantara Sustainability Trend Forum (Nature) 2026.
Dalam forum tersebut, Hashim mempertanyakan narasi yang menurutnya lebih banyak menonjolkan tudingan ketimbang capaian.
“Kenapa prestasi tidak disebut? Yang disebut banyak bohong-bohong saja,” ujar Hashim saat menjadi Keynote Speaker di acara Nature 2026.
Ia juga menyinggung isu yang beredar terkait kepemilikan lahan sawit oleh Presiden Prabowo Subianto. Hashim menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Prabowo tidak punya satu hektare pun, setengah hektare pun lahan sawit di mana pun di Indonesia. Tapi tiap hari, tadi pagi saya baca lagi, disebut punya lahan sawit,” tegasnya.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo bersama Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon, Direktur Nusantara TV Dimpos Tampubolon, Randy Tampubolon dan Tommy William Tampubolon dalam NATURE 2026
Hashim mengajak masyarakat, termasuk warganet, untuk lebih kritis dan berimbang dalam menyikapi informasi yang beredar. Ia menilai pentingnya menyampaikan fakta dan capaian secara objektif, terutama dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan agenda transisi energi nasional.
“Netizen-netizen, buzzer-buzzer juga sebut dong prestasinya. Jangan hanya mengulang kebohongan,” katanya.
Menurut Hashim, ruang publik harus diisi dengan data dan kebenaran agar tidak menyesatkan opini masyarakat. Ia pun mengajak semua pihak untuk melawan disinformasi dengan fakta.
“Kita lawan kebohongan dengan kebenaran,” pungkasnya.
Forum Nusantara Sustainability Trend Forum 2026 sendiri menjadi ajang diskusi berbagai pemangku kepentingan dalam membahas arah kebijakan iklim, energi bersih, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh