Pada malam itu, sekitar 100.000 orang memadati lokasi Itaewon yang merupakan kawasan terpopuler di Seoul. Namun, kegembiraan itu sirna. Jeritan penuh kesedihan pun terdengar setelah para petugas menarik orang-orang dari tumpukan mayat.
Jenazah para korban yang di antaranya mengenakan kostum Halloween, dibariskan di sepanjang jalan dengan ditutupi selimut dan beberapa orang sudah dibawa menggunakan ambulans. Terlihat juga sebagian masyarakat berusaha memberikan pertolongan pertama kepada mereka yang terbaring tak sadarkan diri.
Dilansir beberapa situs, seorang saksi mata menggambarkan kejadian tersebut, dimana jalan sempit yang landai menjadi jebakan maut puluhan ribu orang hingga nyaris tidak bergerak.
Kerumunan orang mendorong ke depan dan orang-orang di depan terjatuh kemudian terinjak-injak oleh orang yang berada di belakang. Bahkan, terlihat banyak yang pucat karena susah bernafas.
"Orang pendek seperti saya bahkan tidak bisa bernapas. Polisi terlihat putus asa berdiri di atas mobil berusaha memberi tahu supaya orang-orang meninggalkan kawasan itu sesegera mungkin," ungkap seorang saksi mata.
"Dorongan itu menjatuhkan beberapa orang. Saya melihat satu laki-laki terluka parah dan berdarah di sekujur tubuh," jelasnya.
"Banyaknya massa semakin menekan dan mendorong hingga orang-orang jatuh menumpuk di atas yang lain, sekitar lima hingga enam orang. Tekanan tersebut menyebabkan orang di bawah mengalami kesulitan bernapas dan kehilangan kesadaran".
Pada malam itu, banyak orang yang berteriak untuk mundur demi menyelamatkan orang-orang yang berada di bawahnya. Tapi, beberapa orang di antara kerumunan itu salah memahaminya sebagai "dorongan" dan membalas dengan sebuah dorongan hingga membuat tumpukan orang semakin banyak hingga berujung pada kematian dan membuat antrean panjang para korban dalam kantong mayat di trotoar.
Dengan adanya kejadian ini, apakah Halloween sebagai kepercayaan bangsa Celtic, yakni festival Samhain yang memiliki arti turunnya roh orang mati ke bumi benar terbukti. Ataukah gugurnya para korban Halloween di Seol karena adanya human eror.
Sampai saat ini, Kepolisian Korea Selatan sedang menyelidiki apa yang menyebabkan pengunjung acara Halloween berdesak-desakan di satu ruas jalan sempit di ibu kota, Seoul pada Sabtu malam (29/10/2022).




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh