DPRD Banjarmasin: Pemerintah harus Kurangi Sampah Kertas

DPRD Banjarmasin: Pemerintah harus Kurangi Sampah Kertas

Nusantaratv.com - 05 Januari 2023

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Afrizaldi. (ANTARA/Sukarli)
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Afrizaldi. (ANTARA/Sukarli)

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Afrizaldi menyatakan  pemerintah harus bisa mengurangi produksi sampah kertas.
 
"Karena sampah kertas paling banyak dihasilkan pemerintah sendiri," ujarnya usai rapat dengan dinas lingkungan hidup kota setempat di gedung dewan kota, Rabu.
 
Menurut dia, pemerintah harus memiliki solusi untuk mengurangi sampah kertas dari berbagai pembuatan dokumen surat menyurat, arsip dan lainnya.
 
"Karena saat ini sudah zaman digitalisasi, harusnya itu bisa diwujudkan maksimal dalam administrasi surat menyurat, dokumen arsip dan lainnya," kata Afrizal.
 
Apalagi, lanjut dia, Pemkot Banjarmasin sudah menerapkan program kota pintar dengan teknologi serba digital, harusnya sudah bisa beralih ke sana untuk mengurangi sampah kertas itu.
 
"Ini tadi yang kita tekankan dengan pemerintah kota melalui dinas lingkungan hidup, harus ada solusi dan bagaimana kita menangani sampah ini secara maksimal," ucapnya.
 
Afrizal juga menyoroti persoalan sampah non organik atau sampah plastik yang tidak begitu menunjukkan kemajuan penanganan.
 
"Memang sudah ada aturan tentang sampah plastik di kota kita, tapi baru menyasar toko moderen untuk tidak lagi ada kantong plastik bagi pembeli, tapi di pasar tradisional dan rumah tangga, tidak tersentuh aturan itu," ucap Afrizal.
 
Padahal, produksi sampah plastik terbanyak dari dua tempat itu, di mana ini harus jadi perhatian pemerintah kota untuk juga menanganinya dengan cepat, tepat dan maksimal.
 
Sementara itu, untuk persoalan penanganan sampah organik, pihaknya memberikan apresiasi bagi solusi yang dimiliki pemerintah kota.
 
"Karena pada tahun ini sampah organik itu sudah bisa dikelola dengan multi manfaat, salah satunya untuk peternakan ulat maggot.
 
"Selain jadi pupuk kompos dan lainnya, ini bagus," tuturnya.
 
Sebab, jika tidak dikelola dengan melakukan pemanfaatan atau daur ulang, penampungan sampah di TPA Basirih, juga cepat akan penuh, hingga Banjarmasin tidak ada lagi tempat akhir pembuangan sampah.
 
"TPA Basirih dalam beberapa tahun lagi penuh, jika tidak ada solusi untuk mengurangi pembuangan ke sana," ujarnya.
 
Sebagaimana dinyatakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, produksi sampah di Kota Banjarmasin sekitar 700 ton per hari, terbanyak dari rumah tangga.*(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close