DKP Kepri: Masa Efektif Nelayan Melaut hanya 9 Bulan

DKP Kepri: Masa Efektif Nelayan Melaut hanya 9 Bulan

Nusantaratv.com - 29 Desember 2022

Aktivitas nelayan tradisional di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.ANTARA/Nikolas Panama
Aktivitas nelayan tradisional di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.ANTARA/Nikolas Panama

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP Kepri) menyatakan masa efektif nelayan tradisional melaut hanya 8-9 bulan selama setahun.

Kepala DKP Kepri Tengku Said Arif Fadillah di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan, nelayan tradisional melaut sebelum musim angin utara. Saat musim angin utara pada periode November-Februari, gelombang laut tinggi dan angin kencang sehingga tidak memungkinkan bagi nelayan yang menggunakan perahu kapasitas kecil untuk melaut.

"Secara umum kondisi di Kepri seperti itu, meski ada juga nelayan yang masih berani melaut saat gelombang tinggi," ujarnya.

Selama empat bulan tidak melaut, menurut dia pendapatan nelayan tradisional berkurang. Kondisi itu tentu mempengaruhi kehidupan keluarga nelayan.

Terkait kesejahteraan nelayan dan keluarganya tersebut, Arif mendorong agar program budi daya rumput laut dan budi daya ikan melalui keramba dilaksanakan secara maksimal sehingga nelayan tetap produktif meski tidak melaut.

"Jadi kami ingin nelayan itu tidak hanya fokus di menangkap ikan di laut, melainkan mereka secara berkelompok dapat mengembangkan budi daya rumput laut dan ikan," katanya.

Program budi daya rumput laut dan keramba ikan sudah dilaksanakan pemerintah pusat di Kepri, namun belum menyeluruh. Pemerintah menetapkan Kabupaten Lingga dan Karimun sebagai pusat pengembangan budi daya rumput laut.

Bisnis rumput laut itu juga dapat dikembangkan di lima kabupaten dan kota lainnya, termasuk budi daya ikan melalui kelompok nelayan. Kelompok nelayan yang menggeluti bisnis budi daya ikan di Kepri semakin banyak karena menguntungkan.

Sinergi yang terbangun antara Pemerintah Pusat dengan pemda mempercepat pengembangan bisnis rumput laut dan budi daya ikan. Selama ini, pemerintah memberi stimulus kepada pelaku usaha tersebut seperti bantuan bibit dan pembinaan.

"Sekarang lagi tren budi daya rumput laut dan ikan jenis tertentu. Saya pikir ini bisa menambah penghasilan nelayan ketika tidak melaut," ucapnya.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close