Nusantaratv.com - Dinas Perhubungan Kota Palembang, Sumatera Selatan, menyiapkan dan menambah petugas khusus pengatur lalu lintas jalan untuk meminimalisir kemacetan di 13 titik rawan macet di antaranya Pasar Palima, Simpang Polda, dan Simpang RS Charitas.
"Kami menyiapkan petugas khusus untuk meminimalisir kemacetan pada sejumlah titik kemacetan karena setiap pagi selalu terjadi kemacetan," kata Kepala Dishub Kota Palembang Afrijal Hasyim di Palembang, Kamis.
Salah satu penyebab kemacetan Kota Palembang, katanya, adanya pembangunan proyek nasional seperti proyek IPAL dan jembatan layang (fly over) Simpang Sekip sehingga sejumlah jalan protokol mengalami penyempitan.
Kota Palembang sebagai kota metropolitan diketahui jumlah kendaraan roda dua dan roda empat mencapai 1,6 juta unit.
Untuk mengurangi kemacetan, ia meminta masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum seperti kereta LRT, angkutan feeder LRT, dan sebagainya.
Semakin banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan umum selain mengurangi kemacetan, ini juga berdampak baik ke lingkungan Kota Palembang.
"Berkurangnya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi pencemaran udara di Kota Palembang juga ikut berkurang," katanya.
Selain itu, Pemkot Palembang saat ini telah menganggarkan dana Rp12 miliar untuk menggratiskan tarif dua rute angkutan feeder LRT sehingga masyarakat lebih antusias lagi untuk menggunakan angkutan umum.
Saat ini jumlah angkutan feeder LRT sebanyak 51 unit tersebar tujuh rute yakni 1 (Talang Kelapa - Talang Buruk) dan koridor 2 (Asrama Haji - Sematang Borang) Koridor 3 (Asrama Haji - Talang Betutu), Koridor 4 (Stasiun Polrestabes - Perumahan OPI), Koridor 5 (Stasiun DJKA - Tegal Binangun), Koridor 6 (Stasiun RSUD-Sukawinatan), dan Koridor 7 (Bukit - Stadion Kamboja via Stasiun Sriwijaya) yang beroperasi mulai dari pukul 05.00 WIB – 19.16 WIB.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh