Nusantaratv.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia Ray Rangkuti menilai pemerintah perlu mencari akar persoalan di balik meningkatnya kritik dan aksi mahasiswa, bukan hanya menjawab setiap tuntutan dengan menyatakan program pemerintah telah diselesaikan.
Hal itu disampaikan Ray Rangkuti dalam sesi Dialog Prime program "NTV PRIME" Nusantara TV episode Selasa (18/8/2026) pukul 17.00-19.30 WIB. Dalam dialog yang dipandu host Tascha Liudmila tersebut, Ray membahas aksi mahasiswa yang digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.
Ray menilai adanya perbedaan pandangan antara pemerintah dan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan menunjukkan persoalan yang lebih mendasar daripada sekadar perbedaan persepsi.
"Ya oleh karena itu mungkin bukan hanya sekedar perbedaan persepsi, tapi juga perbedaan definisi, bahkan bisa perbedaan soal visi," kata Ray.
Menurut dia, pemerintah dan masyarakat sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, cara pandang mengenai bagaimana kesejahteraan tersebut diwujudkan dapat berbeda.
"Meskipun sebetulnya kan tujuannya sama. Soal kesejahteraan rakyat dan seterusnya, tetapi ya visi peningkatan kesejahteraan rakyat itu bisa berbeda-beda," ujarnya.
Ray kemudian menyoroti rentetan peristiwa yang terjadi menjelang dan setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia menyebut peristiwa di Aceh yang terjadi dua hari sebelum 17 Agustus dan aksi mahasiswa di Jakarta sehari setelah peringatan kemerdekaan sebagai sinyal yang perlu diperhatikan pemerintah.
Menurut Ray, pemerintah semestinya tidak hanya melihat apakah tuntutan masyarakat sudah dijawab satu per satu. Pemerintah juga perlu mencari tahu penyebab munculnya reaksi negatif dari masyarakat.
"Lalu mestinya saya kira ya pemerintah tidak sekedar hanya berpikir soal, kami kan sudah selesaikan tuh poin-poinnya gitu. Tapi mesti harus mencari akar masalahnya, apa yang terjadi," kata Ray.
Ia menilai penjelasan pemerintah mengenai keberhasilan berbagai program belum tentu otomatis membuat masyarakat merasa puas atau percaya terhadap pemerintah.
"Penjelasan-penjelasan tentang kesuksesan pemerintah menurut definisi mereka itu tentu saja, itu tidak dengan sendirinya membuat masyarakat menerima atau menyatakan kepuasan terhadap pemerintah," ujarnya.
Ray mengatakan, kritik publik yang selama ini dijawab pemerintah secara poin per poin juga belum terlihat mampu menurunkan ketegangan atau sentimen negatif di tengah masyarakat.
Ia bahkan menyinggung hasil survei yang disebutnya menunjukkan penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah hingga sekitar 30 persen.
"Kalau kita kulik lagi lebih jauh, melalui survei yang dilakukan oleh SMR sih, turunnya itu sampai 30 persen loh. Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah," kata Ray.
Karena itu, Ray menilai pemerintah membutuhkan cara baru dalam merespons kritik dan keraguan publik. Menurutnya, pemerintah perlu melihat apakah kebijakan yang diklaim telah dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Nah oleh karena itu mungkin harus ada model baru, cara baru untuk menjawab semua keraguan publik terhadap pemerintah lebih dari sekedar ya poin ini kan kami sudah tuntaskan, poin ini kan kami sudah lakukan," tuturnya.
Ray menegaskan, persoalan tersebut penting dijawab pemerintah agar berbagai kebijakan dan program yang telah dijalankan tidak hanya dianggap berhasil dari sudut pandang pemerintah, tetapi juga mendapatkan penerimaan dari masyarakat.
"Kalau sebetulnya poin-poin yang disebutkan itu telah dilakukan, langsung dilihat oleh masyarakat, saya kira peristiwa Aceh dua hari sebelum 17 Agustus, aksi mahasiswa hari ini satu hari setelah Agustus itu mungkin enggak seperti ini sekarang ini," kata Ray.
Ia pun menilai pemerintah perlu menjawab satu pertanyaan utama, yakni mengapa tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat belum terbangun meski pemerintah merasa telah merespons berbagai kritik dan tuntutan publik.
"Inilah menurut saya yang paling penting sekarang dijawab oleh pemerintah, apa yang sebenarnya terjadi, sehingga sekalipun sudah dijawab oleh pemerintah by design, bahwa ini sudah dilakukan, ini dilakukan, tapi kok tingkat kepercayaan, tingkat kepuasan terhadap pemerintah enggak terbangun," ujar Ray.
Selengkapnya Anda dapat menyaksikan Dialog Prime program "NTV PRIME" Nusantara TV episode Selasa (18/8/2026) pukul 17.00-19.30 WIB pada video di bawah ini:




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh