Nusantaratv.com - Industri penerbangan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) mulai melakukan pengiriman sebanyak 30 unit pesawat ARJ21-700 yang dipesan oleh TransNusa Indonesia.
Pesawat pertama dijadwalkan akan dikirim dari hanggar COMAC di Pudong, Shanghai, pada Selasa (20/12), sedangkan acara pelepasan pada Minggu (18/12) dihadiri oleh Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dan Konsul Jenderal RI di Shanghai Deny W Kurnia.
"Peluang pengembangan kerja sama industri penerbangan sipil antara Indonesia dan China terbuka lebar dalam mendukung konektivitas lalu lintas udara di Indonesia, ASEAN, dan Asia Timur," kata Djauhari Oratmangun.
Ia berharap COMAC sebagai industri penerbangan sipil China dapat menjadikan Indonesia sebagai pangkalan udara utama di kawasan Asia Tenggara dan Asia-Pasifik.
"Peningkatan hubungan perdagangan, investasi, dan antarmasyarakat antara Indonesia dengan ASEAN dan China dalam beberapa tahun terakhir menjadi kebijakan yang kuat dalam pengembangan kerja sama industri penerbangan yang saling menguntungkan," imbuhnya.
COMAC bersedia bekerja sama dengan Indonesia dengan membantu peningkatan sumber daya manusia di bidang penerbangan, baik di tingkat vokasi maupun perguruan tinggi.
Menurut COMAC, pengiriman ARJ21-700 di TransNusa sebagai langkah strategis dalam pengembangan internasional industri penerbangan komersial China ini sejalan dengan kerja sama Jalan Prakarsa Beluk yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
ARJ21-700 memiliki kapasitas 78 hingga 97 penumpang dengan kapasitas jelajah 3.700 km. Chengdu Airlines menjadi masapai pertama di China yang mengoperasikan pesawat bertenaga jet tersebut sejak 2016, diikuti oleh Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines.
Jenis pesawat itu melayani sekitar 300 rute penerbangan di China yang membawa 5,6 juta penumpang.
COMAC bertanggung jawab untuk menyediakan layanan operasional dan lainnya kepada TransNusa.
Selain memproduksi ARJ21, COMAC juga mulai memproduksi pesawat penumpang C919 dengan kelas yang sama dengan Boeing 737. Kapasitas produksi COMAC di Shanghai mencapai 50 unit pesawat per tahun.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh