Bupati Sigi Minta Petani Gunakan Alsintan Tingkatkan Luas Tanam

Bupati Sigi Minta Petani Gunakan Alsintan Tingkatkan Luas Tanam

Nusantaratv.com - 30 Desember 2022

Bupati Sigi Mohamad Irwan (kemeja putih) menyerahkan secara simbolis kunci alat mesin pertanian jenis combine harvester kepada pengurus Kelompok Tani Makmur Perkasa, di Desa Karawana, Kecamatan Sigi Biromaru, Jumat (30/12/2022). (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Bupati Sigi Mohamad Irwan (kemeja putih) menyerahkan secara simbolis kunci alat mesin pertanian jenis combine harvester kepada pengurus Kelompok Tani Makmur Perkasa, di Desa Karawana, Kecamatan Sigi Biromaru, Jumat (30/12/2022). (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Bupati Sigi Mohamad Irwan meminta petani di daerah itu agar menggunakan alat mesin pertanian sebaik mungkin untuk meningkatkan luas tanam dan luas panen hasil pertanian.

"Alat mesin pertanian yang diberikan kepada petani melalui kelompok tani dan gabungan kelompok tani, agar dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan kapasitas alat," ujar Mohamad Irwan, di Sigi, Jumat, dalam penyaluran dua alat mesin pertanian dan penanaman jagung.

Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) menyalurkan dua alat mesin pertanian yaitu john deere senilai kurang lebih Rp350 juta dan combine harvester senilai kurang lebih Rp500 juta. Dua alat mesin pertanian itu diberikan kepada Kelompok Tani Makmur Perkasa Desa Karawana, Kecamatan Dolo.

Selain dua mesin itu Dinas TPHP Kabupaten Sigi telah menyalurkan bantuan alsintan dari APBD tahun anggaran 2022 traktor tangan sebanyak 20 unit, kultivator 12 unit, pompa air 13 unit dan mesin pemotong rumput 25 unit.

Bantuan dari APBN yang telah disalurkan ke petani berupa bantuan benih padi untuk 2000 hektare lahan pertanian, benih jagung untuk 3000 hektare, alsintan berupa traktor tangan 13 unit, traktor roda empat tiga unit, dan pompa air sebanyak 15 unit.

Bantuan dari APBN juga berupa pembangunan dua jalan usaha tani di Desa Karawana masing - masing Rp100 juta, dan irigasi tanah dalam senilai Rp400 juta. Kemudian 17 jaringan irigasi tingkat usaha tani senilai Rp1,2 miliar dibangun di wilayah Kecamatan Palolo dan Kulawi Selatan.

Irwan mengatakan bahwa alat mesin pertanian yang diberikan oleh pemerintah, bukan untuk dikuasai oleh individu petani. Melainkan, bantuan alsintan tersebut untuk digunakan secara kelompok.

"Oleh karena itu kelompok tani dan gapoktan yang mendapat bantuan, harus mempunyai manajemen yang baik dalam memanfaatkan alsintan," ujarnya.

Ia meminta kepada penyuluh pertanian agar mengawal semua bantuan alsintan tersebut, serta mengevaluasi pemanfaatannya di lapangan oleh petani.

Terkait hal itu Kepala Dinas TPH dan Perkebunan Sigi Rahmad Iqbal Nurkhalis mengatakan satu alat mesin pertanian khususnya traktor dapat menggarap 10 sampai 15 hektare lahan pertanian. Namun, sebagian petani penerima manfaat bantuan alat mesin pertanian belum optimalkan alat mesin yang ada.

"Oleh karena itu petani harus mengoptimalkan penggunaan alat mesin pertanian sesuai dengan kapasitas alat mesin," ungkapnya.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close