Nusantaratv.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, kembali mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan atas ancaman bencana hidrometerologi yang berpotensi terjadi selama masa cuaca ekstrim di awal tahun 2023.
"Himbauan tentu tidak cukup, tapi perlu kita ingatkan bencana bisa datang kapan saja. BMKG bahkan sudah memperingatkan kita dari tanggal 3-9 Januari 2023 akan perubahan cuaca ekstrim sehingga patut kita waspada," ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Selain cuaca buruk, angin kencang serta ketinggian gelombang laut dapat menimbulkan air pasang di sejumlah perairan dan pulau memicu terjadinya banjir ROB, kata dia, hal ini juga patut diwaspadai termasuk bagi nelayan dan pengguna jasa transportasi perahu tidak melaut. Senantiasa waspada dan menyiapkan langkah mitigasi bencana.
"Wilayah kepulauan paling pertama terdampak bila terjadi banjir ROB, kemudian akan masuk ke pemukiman warga di kota karena terjadi pasang, ditambah debit air sungai meninggi dengan intensitas curah hujan lebat dan sedang yang bisa menimbulkan genangan dan banjir," paparnya.
Untuk wilayah zona rawan terdampak banjir, kata Hendra, sejauh ini meliputi empat kecamatan yakni Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea dan Panakukang. Langkah antisipasi tentunya perlu diperhatikan dengan mitigasi bencana.
Bencana hidrometeorologi, papar Hendra menjelaskan, bencana yang diakibatkan oleh aktivitas perubahan cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin, suhu dan kelembapan udara. Bentuknya, seperti banjir, tanah longsor, badai, angin puyuh atau kencang, gelombang dingin maupun panas.
Data BPBD Makassar mencatat dampak angin kencang disertai hujan lebat per 4 Januari 2023 sebanyak 169 bangunan tersebar di 10 Kecamatan dengan 305 jiwa terdampak, begitu pula pohon tumbang terjadi pada 17 titik di wilayah kota.
Angin kencang terjadi di delapan titik dengan merusak 160 rumah. Sebanyak 67 unit bangunan rumah rusak berat dan 95 unit rumah rusak ringan. Sedangkan rumah warga tertimpa pohon tumbang tersebar di 17 titik sebanyak 10 unit. Lima unit rumah mengalami rusak berat dan sisanya rusak ringan. Empat orang menjadi korban, dua selamat namun dua lainnya meninggal dunia.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhumah Nursiah (45) dan anaknya Mutia (8) menjadi korban atas musibah pohon tumbang yang menimpa rumahnya di Puri Pattene Blok D5, Kecamatan Biringkanaya pada Rabu (4/1/2022).
"Sabarki, saya turut berduka cita. Saya mohon maaf belum sempat datang. Saya minta tolong pak camat bantu maksimal apa yang bisa dibantu. Bagaimana ambulancenya, sudah ada," tutur Danny Pomanto kepada suami korban Daeng Raja melalui video call saat di rumah duka Rabu (4/1) malam.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh