Nusantaratv.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta warga pesisir, nelayan dan pengelola wisata pantai aktif memantau perkembangan dan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika guna menghindari terjadinya kecelakaan di laut.
"Sejak akhir tahun 2022 hingga awal tahun ini masih akan sering terjadi cuaca ekstrem, bukan hanya di Babel, namun juga di beberapa wilayah di Indonesia, seperti hujan lebat, angin kencang, gelombang air laut tinggi yang harus lebih diwaspadai masyarakat," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, untuk wilayah Babel telah memasuki musim pancaroba pada awal Oktober 2022, di mana saat musim pancaroba, kondisi cuaca sulit diprediksi yang berubah secara cepat.
Bahkan, kata dia, perubahan cuaca mendadak yang menimbulkan angin kencang, gelombang tinggi dan arus deras ini beberapa hari lalu hampir menelan korban salah satu pengunjung Pantai Matras, Sungailiat, Kabupaten Bangka.
"Terkait kejadian hampir tenggelamnya seorang pengunjung di Pantai Matras, tidak terlepas dari keteledoran warga yang tidak memperhatikan imbauan cuaca ekstrem dari BMKG. Cuaca ekstrem yang terjadi sejak Desember sampai dengan Januari harus diwaspadai," katanya.
Mikron menambahkan, cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai kilat, petir dan angin kencang masih akan terus terjadi di beberapa daerah Bangka Belitung secara merata baik itu di darat maupun perairan.
Ia mengingatkan masyarakat agar selalu memantau perkembangan cuaca di Bangka Belitung yang dikeluarkan oleh BMKG maupun dari BPBD dan jangan pernah menganggap remeh hal tersebut karena akan merugikan diri sendiri.
"Dengan kejadian ini kami berharap kepada masyarakat lebih berhati hati sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Selalu memperhatikan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG," kata Mikron.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh