BPBD: 128 KK Terdampak Banjir di Pulau Simeulue

BPBD: 128 KK Terdampak Banjir di Pulau Simeulue

Nusantaratv.com - 18 Desember 2022

Prajurit TNI mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Simeulue, Aceh, Minggu (18/12/2022) ANTARA/HO/BPBD Simeulue
Prajurit TNI mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Simeulue, Aceh, Minggu (18/12/2022) ANTARA/HO/BPBD Simeulue

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue, Aceh, mengatakan 128 keluarga terdampak banjir yang berdampak pada puluhan rumah akibat hujan lebat yang meluluhlantakkan kabupaten kepulauan itu.

"Hujan deras yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini menyebabkan puluhan rumah di Desa Leubang Hulu, Kecamatan Teupah Barat, Kecamatan Simeulue terendam banjir. Sebanyak 128 KK terdampak bencana," katanya.

Zulfadli mengatakan ketinggian banjir yang melanda wilayah tersebut mencapai 80 sentimeter. Banjir tidak hanya merendam rumah warga tetapi juga fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan ruas jalan.

"Banjir juga menyerap gerombolan dan perkebunan serta menyita akses warga dari dan ke daerah. Hingga saat ini, belum ada warga yang dievakuasi. Masyarakat masih bertahan hidup di rumahnya," katanya.

Selain di Desa Leubang Hulu, kata Zulfadli, banjir juga terjadi di Desa Abail, Kecamatan Teupah Tengah, Kecamatan Simeulue. Namun, banjir hanya merendam jalan hingga tidak bisa dilewati.

"Untuk membantu warga lolos, tim BPBD Simeulue dibantu oleh pihak-pihak terkait untuk menyediakan perahu karet. Selain itu, warga membuat rakit untuk membantu masyarakat yang melintas," katanya.

Zulfadli mengatakan, tim BPBD Kabupaten Simeulue juga telah diturunkan ke lokasi banjir untuk memberikan bantuan panik, mendata masyarakat terdampak, dan menilai kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.

"Tim juga bersedia membantu masyarakat yang membutuhkan evakuasi. Kami juga sudah menyiapkan kebutuhan panik seperti dapur umum, dan tenda pengungsi," katanya.

Sebelumnya, kata Zulfadli, BPBD mengimbau masyarakat di Kabupaten Simeulue untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam.

"Berdasarkan peringatan dini BMKG, ada potensi hujan dengan intensitas hingga petir lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Kabupaten Simeulue selama beberapa hari ke depan," katanya.

Zulfadli mengatakan, hujan deras disertai angin kencang berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.

"Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana serta garis pantai dan pegunungan dipanggil kembali untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," katanya.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close