BMKG: Gelombang Laut di Perairan Selat Malaka Capai 1,5 Meter

BMKG: Gelombang Laut di Perairan Selat Malaka Capai 1,5 Meter

Nusantaratv.com - 09 Januari 2023

Dokumentasi - Pengamatan cuaca melalui citra satelit oleh prakirawan di Stasiun BMKG Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Provinsi Aceh. ANTARA/Teuku Dedi Iskandar
Dokumentasi - Pengamatan cuaca melalui citra satelit oleh prakirawan di Stasiun BMKG Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Provinsi Aceh. ANTARA/Teuku Dedi Iskandar

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Kabupaten Aceh Utara, menyatakan gelombang laut di perairan Selat Malaka relatif normal dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi  Malikussaleh Aceh Utara Siswanto di Lhokseumawe, Senin, mengatakan kendati diprakirakan masih dalam skala normal dan aman, namun pelaku pelayaran patut mewaspadainya.

"Prakiraan ketinggian gelombang di perairan Selat Malaka berkisar 0,5 hingga 1,5 meter untuk beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut aman untuk aktivitas nelayan yang melaut maupun pelaku pelayaran lainnya," kata Siswanto.

Kendati demikian, kata Siswanto, BMKG Stasiun Malikussaleh mengimbau masyarakat, terutama nelayan yang melaut maupun pelaku pelayaran, agar selalu waspada gelombang laut yang bisa saja tinggi secara mendadak.

Apalagi, kata Siswanto, wilayah Kota Lhokseumawe dan sekitarnya masih dalam musim hujan yang diprediksi terjadi hingga pertengahan Februari 2023.

"Dari pengamatan kami, ada potensi pertumbuhan awan cumulonimbus atau awan hitam pekat yang berpotensi menimbulkan cuaca buruk baik hujan, petir dan angin kencang yang bisa menyebabkan gelombang tinggi di perairan Selat Malaka," kata Siswanto.

Oleh sebab itu, Siswanto mengimbau masyarakat di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, maupun beberapa wilayah di pesisir timur Provinsi Aceh tetap waspada meskipun saat ini kondisi cuaca cerah berawan.

"Apalagi memasuki awal Februari mendatang, ada peningkatan curah hujan yang berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir maupun tanah longsor," kata Siswato.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close