BKSDA Sumatera Barat Gandeng Aparat Kepolisian Tangani Konflik Satwa

BKSDA Sumatera Barat Gandeng Aparat Kepolisian Tangani Konflik Satwa

Nusantaratv.com - 19 Desember 2022

Kepala BKSDA Sumatera Barat Ardi Andono berforo bersama Bhabinkamtibmas Polres Agam dalam acara sosialisasi mengenai penanganan konflik satwa liar di Hotel Sakura Syariah Lubukbasung, Senin (19/12/2022). (ANTARA/Yusrizal)
Kepala BKSDA Sumatera Barat Ardi Andono berforo bersama Bhabinkamtibmas Polres Agam dalam acara sosialisasi mengenai penanganan konflik satwa liar di Hotel Sakura Syariah Lubukbasung, Senin (19/12/2022). (ANTARA/Yusrizal)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com -
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menggandeng aparat kepolisian dalam menangani konflik satwa liar di wilayah Kabupaten Agam.

Guna meningkatkan pengetahuan aparat kepolisian mengenai upaya konservasi dan penanganan konflik satwa, BKSDA Sumatera Barat menyampaikan sosialisasi mengenai konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya kepada Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kepolisian Resor Agam di Hotel Sakura Syariah Lubukbasung, Senin.

"Sosialisasi kita adakan agar Bhabinkamtibmas memahami langkah dan tahapan yang bakal dilakukan ketika adanya konflik," kata Kepala BKSDA Sumatera Barat Ardi Andono.

Dalam acara sosialisasi, dia menyampaikan bahwa Agam merupakan habitat harimau sumatera, beruang madu, buaya, macan dahan, dan satwa liar lainnya.

Habitat satwa liar di wilayah Agam antara lain Cagar Alam Maninjau, Taman Wisata Alam Gunun Marapi,  Suaka Margasatwa Malampa Alahan Panjang, dan Cagar Alam Batang Palupuh.

Konflik satwa liar dengan manusia bisa terjadi di daerah-daerah yang berada di sekitar habitat satwa liar.

Ardi mengemukakan bahwa BKSDA mencatat 11 konflik satwa liar dengan manusia di wilayah Kabupaten Agam sepanjang 2022, termasuk di antaranya kasus serangan buaya yang menewaskan seorang anak dan konflik harimau dengan manusia di Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, pada Desember 2022.

Dia menekankan bahwa BKSDA Sumatera Barat tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi konflik satwa liar dengan manusia, tetapi membutuhkan dukungan dari pihak lain seperti kepolisian resor dan komando distrik militer.

Ketua pelaksana sosialisasi upaya konservasi bagi aparat kepolisian Ade Putra mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi diikuti oleh 40 anggota Bhabinkamtibmas serta aparat Polres Agam dan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Kabupaten Dharmasraya Yayasan ARSARI Djojohadikusumo.

"Dasar kegiatan ini karena Agam banyak daerah konservasi yang merupakan habitatnya satwa liar," katanya.

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polres Agam Iptu Azwir Yani mengatakan bahwa sosialisasi mengenai upaya konservasi dan penanganan konflik satwa juga perlu dilaksanakan bagi aparat kepolisian resor di daerah lain.

Dalam melakukan penegakan hukum, ia mengatakan, aparat kepolisian juga membutuhkan bekal pengetahuan mengenai peraturan-peraturan tentang konservasi dan pelindungan satwa liar.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close