Nusantaratv.com - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Surakarta memastikan inflasi Kota Solo pada akhir tahun 2022 terkendali menyusul harga sejumlah bahan pokok yang relatif stabil bahkan ada yang mengalami penurunan.
"Tadi dari pemantauan harga dibandingkan dengan pekan lalu mengalami penurunan. Ayam dari Rp32.000 per kilogram, ada yang turun jadi Rp30.000 per kilogram. Beras kembali normal, sebelumnya naik Rp500 per kilogram," kata Kepala Perwakilan BI Surakarta Nugroho Joko Prastowo di sela sidak pasar di Pasar Gede Solo, Jumat.
Terkait hal itu, pihaknya optimistis angka inflasi pada bulan Desember 2022 akan jauh membaik dibandingkan dengan Desember tahun lalu.
"Kami yakini secara year on year kalau di November kan masih 7,29 persen, insyaallah hingga akhir bulan ini inflasi bisa di bawah 7 persen. Dari pantauan harga ini kami optimistis harga bisa membaik," katanya.
Sebelumnya, ia mengkhawatirkan terjadinya kenaikan harga beras pada periode ini mengingat bobot konsumsi beras cukup besar terhadap inflasi.
"Ada yang naik Rp500, ada yang naik Rp1.000. Namun Nataru ini justru malah terjangkau, stok aman. Cuaca buruk selama stok ada kan nggak apa-apa," katanya.
Termasuk komoditas pertanian, sejauh ini tidak berpengaruh banyak terhadap harga bahan pokok di pasaran. Meski terjadi kenaikan harga cabai, menurut dia, tidak sebesar tahun lalu di mana harga cabai mencapai lebih dari Rp75.000 per kilogram.
"Sekarang (harga cabai rawit) Rp50.000 per kilogram, kan wajar. Apalagi ini dalam kondisi liburan," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi mengatakan kenaikan harga sempat terjadi pada beberapa komoditas.
"Kalau cabai yang merah memang tinggi, banyak event di Solo, Natal dan Tahun Baru peningkatan konsumsi kan ada. Kalau dulu harga cabai sepedas rasanya, dulu sampai Rp90.000-100.000 per kilogram," katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang Samini mengatakan untuk harga cabai naik dari Rp23.000/kg menjadi Rp50.000 per kilogram dan cabai merah keriting naik dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram.
"Soalnya banyak yang busuk, karena faktor cuaca. Selain itu kalau Natal dan Tahun Baru pasti harganya naik," katanya.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh