Berkat Dapur MBG, Pemuda Palmerah Punya Aktivitas Budidaya Ikan Topang Ketahanan Pangan

Berkat Dapur MBG, Pemuda Palmerah Punya Aktivitas Budidaya Ikan Topang Ketahanan Pangan

Nusantaratv.com - 13 Februari 2026

Presiden Prabowo Subianto (tiga kanan) saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari 2026. ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden (Antara)
Presiden Prabowo Subianto (tiga kanan) saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari 2026. ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Program ketahanan pangan mendapat dukungan dari kalangan pemuda di tingkat kecamatan. Salah satunya datang dari Hairul (41), anggota Karang Taruna Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Dia dipercaya mengelola kolam ikan sistem bioflok di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Palmerah.

“Saya sangat mendukung program Bapak Presiden untuk ketahanan pangan,” kata Hairul SPPG Polri Palmerah oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis, 13 Februari 2026.

Menurutnya, dukungan terhadap program ketahanan pangan bukan hanya datang dari dirinya, tetapi juga dari para pembudidaya ikan di berbagai daerah. Mereka menilai pendekatan penguatan produksi dari skala kecil menjadi langkah realistis untuk membangun kemandirian.

“Teman-teman pembudidaya di seluruh Indonesia benar-benar sangat mendukung ketahanan pangan, kecukupan pangan minimal. Skala kecil dahulu sehingga lebih sejahtera untuk prosesnya ke skala besar,” paparnya.

Di Palmerah, pengembangan kolam bioflok tidak hanya berorientasi pada produksi ikan, tetapi juga membawa dampak sosial bagi lingkungan sekitar.

Hairul menyebut, kegiatan budidaya tersebut mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus memberikan keterampilan baru bagi warga. Apalagi hasilnya akan langsung diserap oleh SPPG yang ada di wilayah itu.

“Jadi, sebenarnya efek domino dari program ketahanan pangan ini memang menyerap tenaga kerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, warga yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan khusus, kini dilibatkan dan dilatih dalam proses budidaya ikan.

“Paling tidak membantu warga sekitar yang tadinya mungkin nggak ada wawasan, nggak ada skill, kita ajarkan dan mereka juga bekerja dengan kita,” ujarnya.

Tidak hanya memberikan pengalaman kerja, sistem pengelolaan tersebut juga membuka peluang bagi hasil atau pembagian keuntungan kepada para pekerja.

“Bisa bagi hasil ataupun pemberian keuntungan. Jadi, paling tidak mengurangi jumlah pengangguran di sekitar,” ucapnya optimistis.

Hairul juga menyampaikan harapan agar pemerintah turut memperhatikan kendala yang dihadapi pembudidaya, terutama terkait harga pakan ikan yang terus meningkat.

“Harga pelet ikan benar-benar melambung. Susah didapat. Mohon dibantu,” kata dia.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close