Nusantaratv.com - Realisasi belanja APBD Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tidak mencapai target hingga memasuki triwulan kedua tahun anggaran 2023, sehingga program pembangunan belum berdampak bagi masyarakat.
"Realisasi belanja APBD Sulbar baru mencapai 33,3 persen hingga memasuki triwulan kedua tahun 2023 dari Rp2,05 triliun belanja APBD Sulbar. Dampak pembangunan bagi masyarakat belum dirasakan," kata penjabat Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakhrullah, di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan, pemerintah sebelumnya mentargetkan realisasi belanja APBD Sulbar dapat mencapai 63,1 persen, namun target itu tidak tercapai.
"Kondisi tersebut membuat pelaksanaan, pembangunan tidak berdampak pada masyarakat, karena program belum berjalan sepenuhnya," katanya.
Oleh karena itu pemerintah Sulbar melakukan rapat koordinasi untuk mengevalusi kinerja pejabat pemerintah di Sulbar dan untuk mempercepat realisasi agar anggaran pembangunan terserap maksimal dan pembangunan cepat dirasakan oleh masyarakat.
"Manfaat pembangunan harus secepatnya dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan pembangunan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) pemerintah Sulbar harus mempercepat realisasi anggarannya dengan meningkatkan kinerjanya," katanya.
Ia meminta, agar setiap program pembangunan yang dilaksanakan dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta menyelesaikan masalah pembangunan yang dihadapi oleh pemerintah.
"Jangan buat program yang tidak bermanfaat karena anggaran habis percuma tanpa ada manfaatnya untuk masyarakat, namun setiap program harus dibuat secara terukur dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, " katanya.(Ant)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh