Beijing Kecam Pembatasan Pengunjung Dari China Oleh Sejumlah Negara

Beijing Kecam Pembatasan Pengunjung Dari China Oleh Sejumlah Negara

Nusantaratv.com - 03 Januari 2023

Arsip - Penumpang menunggu dalam antrean, setelah Italia memerintahkan semua pelaku perjalanan dari China harus menjalani tes swab antigen COVID-19 di Bandara Malpensa di Milan, Italia, 29 Desember 2022. (ANTARA FOTO/REUTERS/ Jennifer Lorenzini/aww)
Arsip - Penumpang menunggu dalam antrean, setelah Italia memerintahkan semua pelaku perjalanan dari China harus menjalani tes swab antigen COVID-19 di Bandara Malpensa di Milan, Italia, 29 Desember 2022. (ANTARA FOTO/REUTERS/ Jennifer Lorenzini/aww)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - China mengecam berbagai kebijakan pembatasan COVID-19 yang diambil oleh sejumlah negara terhadap pelaku perjalanan dari negara berpenduduk terbesar di dunia itu.

“Kami dengan tegas menentang praktik memanipulasi langkah-langkah pencegahan dan pengendalian epidemi untuk mencapai tujuan politik, dan akan mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan prinsip timbal balik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa.

Mao mengatakan pembatasan yang diberlakukan hanya terhadap pelaku perjalanan dari China “tidak dapat diterima … karena respons pengendalian epidemi itu tidak memiliki kepatutan ilmiah,” demikian laporan stasiun televisi negara, CGTN.

Kemarahan Beijing muncul setelah Jepang, AS, Italia, Malaysia, Spanyol, Maroko, Qatar, Kanada, Korea Selatan, dan Taiwan mengumumkan perlunya hasil tes negatif COVID-19 bagi pelaku perjalanan yang datang dari China.

Langkah-langkah tersebut kontras dengan keputusan Beijing untuk membatalkan karantina wajib bagi semua pengunjung yang masuk ke China mulai 8 Januari 2023.

Namun, Beijing mengatakan persyaratan COVID-19 yang diberlakukan oleh negara-negara terhadap pelaku perjalanan dari China harus didasarkan pada sains.

China menghadapi lonjakan infeksi yang signifikan setelah menghapus kebijakan nol COVID yang ketat bulan lalu, menyusul kerusuhan dan protes yang belum pernah terjadi sebelumnya di beberapa bagian negara itu.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close