Kisah Inspiratif Penjual Terasi, Daftar Haji dari Modal Jualan Rp5 Ribu

Nusantaratv.com - 28 Mei 2024

Rohmat (63), jamaah haji asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bersyukur impiannya untuk haji tahun ini terpenuhi. (Foto: Humas Kemenag)
Rohmat (63), jamaah haji asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bersyukur impiannya untuk haji tahun ini terpenuhi. (Foto: Humas Kemenag)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Rohmat, pria asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), terdaftar sebagai salah satu jamaah Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2024. 

Pria berusia 63 tahun itu memiliki aktivitas sebagai penjual cabe dan terasi. Rohmat menjalani usahanya dengan modal hanya lima ribu rupiah.

Jerih payah selama bertahun-tahun jualan cabe dan terasi telah mengantarkan dia berangkat haji tahun ini. Berhaji merupakan ibadah spesial yang tidak semua orang bisa melaksanakannya. 

Ada persyaratan istithaah (mampu), baik secara materi (finansial) maupun fisik (kesehatan). Selain istithaah, berhaji itu adalah "panggilan". 

Orang yang mampu secara materi maupun fisik belum tentu bisa melaksanakan ibadah haji mana kala tidak "terpanggil".

Ada pula yang terlihat tidak mampu secara materi, tapi nyatanya terpanggil. Seperti halnya yang terjadi pada Rohmat.

Pria berperawakan sedang ini awalnya bekerja sebagai pedagang cabe dan terasi. Kuantitas jualannya juga tidak besar. Hanya berjualan kecil-kecilan di rumahnya. 

Hasilnya hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan sangat sederhana. Namun keterbatasannya itu tidak menjadi aral bagi Rohmat, menguatkan tekad untuk berhaji. 

Sedikit dari penghasilannya per hari ia sisihkan dan ditabung demi bisa berangkat haji. Rohmat dengan penuh semangat menceritakan kisah hidupnya dari pertama sebagai penjual terasi dan cabe.

"Saya menjadi 'bakul' terasi secara pasti lupa tahun berapa, yang saya ingat ketika itu modal saya cuma Rp5.000 dan hanya naik sepeda untuk 'kulakan' ke pasar dan dijual kembali di rumah," ujar Rohmat, dikutip dari laman Kemenag, Selasa (28/5/2024).

"Alhamdulillah dagangan saya bertambah sedikit demi sedikit, dan sejak kurang lebih tahun 1997 terbesit dalam hati saya untuk mendaftar haji," sambungnya.

Alhasil, setelah menabung sedikit demi sedikit kurang lebih selama 15 tahun, pada 2012 Rohmat bisa mendaftar haji. 

Dia mengaku bersyukur, cita-citanya untuk menunaikan rukun Islam kelima ini terpenuhi. "Meski menunggu puluhan tahun, saya sangat bersyukur akhirnya tahun ini impian saya untuk berangkat haji dapat terwujud," cetusnya penuh haru.

Kisah Rohmat ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat. Jika ada tekad yang kuat, diiringi dengan doa, maka bukan hal yang mustahil bisa terpanggil ke Baitullah. 

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close