Nusantaratv.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Ri, Muhammad Qodari, menegaskan program gentengisasi tidak semata-mata bertujuan memperbaiki kualitas hunian masyarakat, tetapi juga dirancang untuk menciptakan manfaat ekonomi yang langsung dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Qodari, program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan pembangunan rumah layak huni berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui penggunaan produk-produk hasil industri dalam negeri.
"Program gentengisasi merupakan inisiatif Presiden Prabowo agar pembangunan rumah layak tidak hanya berfokus pada fisik hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM," ujar Qodari dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
Dia menjelaskan, program gentengisasi kini telah terintegrasi dalam skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta masuk ke dalam program prioritas nasional melalui gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Pelaksanaan program tersebut secara resmi dimulai pada 11 Maret 2026 di Sentra UMKM genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Pada saat peluncuran, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberangkatkan 14 truk yang membawa sekitar 75.000 unit genteng hasil produksi pengrajin setempat.
Qodari mengungkapkan, hingga saat ini jumlah pemesanan yang telah terealisasi mencapai 24 truk dengan total nilai komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar.
Komitmen tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga sektor swasta.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan program perbaikan untuk 250 unit rumah dengan peluang tambahan dukungan anggaran sebesar Rp500 juta pada tahap berikutnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan renovasi sebanyak 1.715 rumah tidak layak huni yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Dari sisi pemerintah pusat, melalui program BSPS telah dialokasikan bantuan untuk 900 unit rumah di Kabupaten Majalengka dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp1 miliar.
Menurut Qodari, seluruh komitmen pengadaan genteng dalam berbagai program tersebut diarahkan untuk meningkatkan penyerapan produk hasil karya pengrajin lokal sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
"Total komitmen pembelian genteng dari berbagai program ini mencapai Rp3 miliar yang seluruhnya diarahkan untuk menyerap produk UMKM pengrajin genteng lokal," tukas Qodari.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh