PLN Percepat Infrastruktur SPKLU, Ronny Afrianto: Perjalanan EV Jakarta–Surabaya Kini Makin Nyaman

PLN Percepat Infrastruktur SPKLU, Ronny Afrianto: Perjalanan EV Jakarta–Surabaya Kini Makin Nyaman

Nusantaratv.com - 12 Februari 2026

Ronny Afrianto VP PLN bersama Grace Tampubolon (NTVNews.id: Dedi)
Ronny Afrianto VP PLN bersama Grace Tampubolon (NTVNews.id: Dedi)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com- PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan infrastruktur kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. Dalam ajang Nature 2026 di Nusantara Ballroom NT Tower, Kamis (12/2/2026), VP Komersialisasi Produk Niaga PT PLN, Ronny Afrianto, memaparkan strategi perseroan dalam memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional untuk mendukung ekosistem EV.

Ronny menyampaikan, PLN saat ini tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai penggerak utama konektivitas infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik antar kota.

“Saat ini pengguna EV sudah bisa melakukan perjalanan jarak jauh dengan lebih tenang. Dari Jakarta ke Surabaya misalnya, titik-titik SPKLU sudah kami siapkan dengan jarak ideal antar lokasi,” ujar Ronny.

Menurut Ronny, pengembangan SPKLU mempertimbangkan kemampuan rata-rata baterai kendaraan listrik yang saat ini berada di kisaran 300 kilometer dalam satu kali pengisian penuh. Namun dalam praktiknya, pengguna umumnya melakukan pengisian ulang saat kapasitas baterai tersisa 30–40 persen.

Karena itu, PLN menempatkan SPKLU pada interval sekitar 150 hingga 200 kilometer untuk memastikan perjalanan tetap aman dan efisien.

“Kami tidak mungkin menunggu kendaraan sampai nol persen. Maka secara efektif kami siapkan jarak antar-SPKLU sekitar 150–200 kilometer agar perjalanan antarkota tetap nyaman,” jelasnya.

Selain itu, PLN juga menghadirkan fitur trip planner yang memungkinkan pengguna mengetahui lokasi SPKLU sepanjang rute perjalanan, termasuk memantau ketersediaan dan utilisasinya secara real time.

Ronny menambahkan, ke depan PLN akan semakin mendorong partisipasi aktif pelaku usaha dalam pembangunan SPKLU. Model kolaborasi ini dinilai penting untuk mempercepat penetrasi kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem secara menyeluruh.

“Ini tidak bisa hanya dilakukan oleh PLN. Kami dorong keterlibatan berbagai pihak agar pembangunan infrastruktur charging bisa lebih masif,” tegasnya.

Dalam paparannya, Ronny juga menyinggung besarnya kebutuhan pendanaan untuk mendukung transisi energi dan pengembangan infrastruktur hijau.

Ia mengungkapkan, potensi pendanaan hijau (green financing) global sangat besar, namun realisasi yang masuk ke dalam negeri masih relatif kecil dibanding kebutuhan investasi sektor ketenagalistrikan.

“Proyek-proyek transisi energi kita sebenarnya sudah siap. Potensinya besar. Tinggal bagaimana kita memperkuat kesiapan ekosistem dan regulasi agar pendanaan bisa lebih optimal masuk,” katanya.

PLN sendiri tengah menjalankan berbagai proyek pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk menurunkan intensitas emisi sistem kelistrikan nasional. Hal ini menjadi krusial, mengingat daya saing produk industri ke depan sangat ditentukan oleh jejak karbon dalam proses produksinya.

Ronny menegaskan, pengembangan ekosistem EV bukan sekadar tren, melainkan bagian dari strategi jangka panjang menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan percepatan pembangunan SPKLU, digitalisasi layanan, serta kolaborasi pendanaan hijau, PLN optimistis Indonesia semakin siap memasuki era transportasi rendah emisi.

“Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat beralih ke kendaraan listrik, infrastrukturnya sudah tersedia dan sistem kelistrikannya juga semakin hijau,” pungkas Ronny.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close