Nusantara Economic Updates: BI Laporkan Perkembangan Inflasi ke Prabowo hingga Menkeu Puji BGN

Nusantara Economic Updates: BI Laporkan Perkembangan Inflasi ke Prabowo hingga Menkeu Puji BGN

Nusantaratv.com - 20 Oktober 2026

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memberikan keterangan usai menghadap Presiden Prabowo Subianto
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memberikan keterangan usai menghadap Presiden Prabowo Subianto

Penulis: Ninuk Cucu Suwanti

 

NusantaraTV.com- Nusantara Economic Updates edisi Senin, 19 Oktober 2026 menyajikan beragam berita ekonomi pilihan mulai dari harga pokok, dunia usaha hingga kebijakan pemerintah. Antara lain, Bank Indonesia melaporkan perkembangan inflasi dan nilai tukar rupiah kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut data BI, inflasi hingga September 2026 tercatat 2,8%, sementara inflasi pangan menyentuh 5%. Gubernur BI Desri Damayanti menyebut pengendalian harga pangan menjadi fokus koordinasi dengan Kementerian Pertanian agar inflasi kembali ke sasaran 2,5% plus minus 1%.

Di sisi lain, volatilitas global dan ketidakpastian suku bunga Amerika Serikat masih menjadi tantangan bagi rupiah. Bank Indonesia terus menjaga stabilitas kurs melalui intervensi pasar dan insentif lindung nilai.

Langkah ini disebut telah mendorong aliran dana valuta asing setara 8 hingga 9 miliar dolar Amerika Serikat.

“Kemudian untuk rupiah kita tahu juga global situasinya juga tadi disampaikan oleh Pak Menkeu bahwa volatilitas masih tinggi. Mereka menghadapi situasi higher for longer juga inflasi yang jauh di atas target mereka,” kata Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti di Nusantara TV, Selasa (20/10/2026).

Sementara itu, Destry menambahkan rupiah relative stabil dalam dua hari terakhir meskipun pergerakannya melambat.

“Tapi so far 2 hari ini rupiah bisa kami jaga stabilitasnya sehingga terjadi memang sedikit perlambatan dan itu juga sesuai dengan beberapa negara di emerging market. Intinya Bank Indonesia akan selalu tetap berjaga di pasar,” ujar Destry.

Destry menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga meminta BIN untuk menjaga stabiliyas rupiah. Oleh karena itu, kata Destry, BI akan mengoptimalkan intervensi di pasar spot, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forwarddan) dan NDF (Non-Deliverable Forward).

“Ataupun juga dalam bentuk insentif biaya hedging yang juga sudah kami berikan sejak akhir bulan Juni yang lalu dan hingga saat ini sudah bisa mendatangkan inflow baik dalam bentuk efek swap ataupun dalam bentuk DNDF senilai sekitar 8 miliar sampai 9 miliar USD,” jelas Destry.

Selain berita Bank Indonesia melaporkan perkembangan inflasi dan nilai tukar rupiah kepada Presiden Prabowo Subianto. Redaksi Nusantara TV juga menyajikan beragam informasi lain di antaranya:

1. Menkeu Suahasil Puji BGN Soal MBG Lebih Efisien

2. Bahlil Naikkan Cadangan BBM Bali Jadi 15 Hari

3. Prabowo: OJK Harus Tindak Coordinated Trading!

4. Kementerian Komdigi Gelar Bali Tech Week 2026, Perkuat  Transformasi Digital Nasional

5. Rosan: Investasi Indonesia 2026 Mencapai Rp1.539 Triliun, Hilirisasi Tembus Rp480 Triliun

6. Inflasi Pangan Tembus 5 Persen, BI Jaga Stabilitas Siapkan Langkah Jaga Rupiah

7. BEI Siapkan Perubahan Perhituangan Saham HSC

8. Dolar AS Tembus Rp18.044, Menguat Tipis 0,01 Persen di Perdagangan Pertama

9. Pantauan Pergerakan IHSG Pagi Ini

Berita-berita menarik di atas dapat Anda saksikan selengkapnya dengan mengakses YouTube Nusantara TV.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close