Indo Premier: Sentimen Domestik dan Eksternal Sokong Pasar Modal RI

Indo Premier: Sentimen Domestik dan Eksternal Sokong Pasar Modal RI

Nusantaratv.com - 16 Januari 2023

Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/1/2023). Pada pembukaan perdagangan saham di awal tahun 2023, ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/pri.
Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/1/2023). Pada pembukaan perdagangan saham di awal tahun 2023, ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/pri.

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan bahwa sentimen domestik dan eksternal akan mendorong kinerja pasar modal di Tanah Air selama sepekan ke depan hingga Jumat, 20 Januari 2023.

Dari sisi domestik, terdapat sentimen neraca perdagangan, suku bunga acuan, dan pertumbuhan kredit perbankan, katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia memprediksi neraca perdagangan akan mencatat surplus 4,01 miliar dolar AS sepanjang Desember 2022.

Apabila sesuai proyeksi, neraca perdagangan akan mencatat surplus 55 miliar dolar AS atau tumbuh 54 persen year on year (yoy) sepanjang 2022.

Terkait suku bunga acuan, lanjut dia, menurut konsensus Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen pada pertemuan 19 Januari 2023.

Kemudian, terkait pertumbuhan kredit perbankan, dia memprediksi aktivitas ekonomi yang terus bergeliat akan menjadi katalis utama bagi penyaluran kredit perbankan.

Sementara itu, dari sisi eksternal, dia menyebut terdapat sentimen penjualan ritel, data perumahan, klaim pengangguran mingguan, serta dimulainya musim laporan keuangan.

Dia mengatakan beberapa emiten besar akan merilis laporan keuangannya, mulai dari Morgan Stanley, Goldman Sach Group Inc, Procter and Gamble Co hingga Netflix yang akan menjadi salah satu penentu pergerakan market pekan ini.

"Dalam tiga minggu terakhir klaim pengangguran mingguan terpantau mengalami penurunan, sehingga menghilangkan kekhawatiran investor terhadap peluang terjadinya hard landing ekonomi Amerika," kata Mino.

Dalam kesempatan ini, pihaknya merekomendasikan buy untuk perdagangan sepekan ke depan pada saham-saham, di antaranya TLKM (Support: 3,670, Resistance: 3,880), SMGR (Support: 6,950, Resistance: 7,450), INTP (Support: 10,000, Resistance: 10,525), JSMR (Support: 3,050, Resistance: 3,290), dan SCMA (Support: 200, Resistance: 230).

Selain itu, MAPI (Support: 1,250, Resistance: 1,370), ANTM (Support: 2,000, Resistance: 2,300), MDKA (Support: 4,290, Resistance: 4,660), ICBP (Support: 10,150, Resistance: 10,800) dan CPIN (Support: 6,000, Resistance: 6,425).(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close