Hadir di NEO 2026, Menkop Ungkap Progres Signifikan Koperasi Desa Merah Putih

Hadir di NEO 2026, Menkop Ungkap Progres Signifikan Koperasi Desa Merah Putih

Nusantaratv.com - 04 Februari 2026

Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam forum Nusantara Economic Outlook 2026
Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam forum Nusantara Economic Outlook 2026

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan progres signifikan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas pemerintah. Hingga saat ini, sekitar 27 ribu koperasi tengah dalam tahap pembangunan dan ditargetkan paling lambat 28 April sudah siap beroperasi.

Hal tersebut disampaikan Ferry dalam forum Nusantara Economic Outlook 2026 yang digelar Nusantara TV di Nusantara Ballroom NT Tower Jakarta, Rabu (4/2/2026), saat memaparkan mandat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Koperasi. Menurutnya, penguatan koperasi menjadi langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan ekonomi kerakyatan dibandingkan badan usaha swasta maupun BUMN.

“Koperasi harus mengejar ketertinggalan, baik dari sisi aset, volume usaha, maupun partisipasi masyarakat. Selama ini kontribusinya terhadap perekonomian nasional masih relatif kecil,” ujar Ferry.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri dicanangkan Presiden dengan target pembentukan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Ferry menyebut, hingga kini lebih dari 83 ribu koperasi telah mengantongi badan hukum, sebagai fondasi awal penguatan ekonomi desa.

Selain sebagai badan usaha, koperasi ini dirancang memiliki peran strategis. Mulai dari menyalurkan kebutuhan pokok masyarakat desa, menjadi off-taker hasil produksi warga, seperti pertanian, perikanan, peternakan, hingga UMKM serta memastikan distribusi program dan barang subsidi pemerintah lebih tepat sasaran.

“Karena itu Presiden menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang melibatkan 18 kementerian dan lembaga, dari pusat hingga desa, agar program ini berjalan serempak,” jelas Ferry.

Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa pembangunan fisik koperasi, seperti gudang, gerai, dan sarana pendukung lainnya, dipercepat melalui Instruksi Presiden Nomor 17. Dari proses tersebut, sekitar 27 ribu koperasi saat ini sudah memasuki tahap pembangunan fisik, lengkap dengan penyiapan sumber daya manusia dan sistem digital.

“Targetnya, paling lambat akhir April, sekitar 28 ribu koperasi sudah siap operasional,” tegasnya.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan permodalan senilai Rp3 miliar per koperasi, yang dialokasikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan pembangunan fasilitas, penyediaan alat usaha, logistik, hingga barang dagangan awal.

Ferry menegaskan, melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, desa tidak lagi diposisikan semata sebagai penerima bantuan sosial, melainkan sebagai subjek dan pelaku ekonomi. Dengan perputaran ekonomi yang tumbuh dari desa, koperasi diharapkan menjadi tulang punggung pemerataan ekonomi nasional.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close