Graha Merah Putih Bakal Jadi Gedung BGN, Bos Danantara: Transaksi Berdasarkan Harga Pasar

Graha Merah Putih Bakal Jadi Gedung BGN, Bos Danantara: Transaksi Berdasarkan Harga Pasar

Nusantaratv.com - 09 September 2026

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria buka suara terkait rencana Gedung Merah Putih (GMP) milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, yang bakal ditempati Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria buka suara terkait rencana Gedung Merah Putih (GMP) milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, yang bakal ditempati Badan Gizi Nasional (BGN).

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria buka suara terkait rencana Gedung Merah Putih (GMP) milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, yang bakal ditempati Badan Gizi Nasional (BGN).

Dony mengatakan pemanfaatan gedung tersebut merupakan bagian dari aksi korporasi dan optimalisasi aset Telkom. 

Menurutnya, keputusan tersebut telah melalui kajian internal perusahaan.

"Itu kan corporate action ya. Satu, yang pertama adalah bahwa tentu sudah ada pertimbangan. Jadi harus dilihat bahwa kadang-kadang kan kita melihatnya dari sisi yang negatif," ucap Dony, Rabu  9 September 2026.

Ia menegaskan optimalisasi aset merupakan hal yang wajar dilakukan perusahaan, termasuk terhadap aset yang dinilai kurang efektif digunakan.

"Ini optimalisasi aset pasti sudah dilakukan, sudah dikaji tentu oleh Telkom ya, untuk melakukan itu," lanjutnya.

Dony menekankan seluruh transaksi terkait pemanfaatan aset Telkom harus dilakukan berdasarkan harga pasar. Hal itu penting mengingat Telkom merupakan perusahaan terbuka.

"Tapi yang paling penting, yang perlu teman-teman ketahui, bahwa semua transaksi itu tentu harus berdasarkan harga pasar. Karena Telkom itu adalah perusahaan terbuka," bebernya.

Menurut Dony, tidak boleh ada transaksi yang berpotensi merugikan Telkom. 

Ia menyebut pemanfaatan aset harus dilakukan melalui mekanisme bisnis yang normal dan sesuai dengan ketentuan.

"Tidak mungkin dilakukan sesuatu yang merugikan Telkom. Itu yang paling penting. Jadi kalau kita punya gedung ideal ya pasti kita optimalkan. Ini yang paling penting sebetulnya. Jadi pasti akan terjadi berdasarkan kepada transaksi bisnis yang normal. Itu yang paling penting ya," jelasnya.

Dony mencontohkan, apabila perusahaan memiliki gedung yang tidak efektif digunakan, aset tersebut dapat dioptimalkan daripada terus menanggung biaya pemeliharaan dan berbagai pengeluaran lainnya.

"Jadi kalau misalkan saya punya gedung tidak efektif, ya daripada tidak efektif, maintenance-nya, PPB-nya dan sebagainya tentu akan kita optimalkan. Dan ini tentu sudah melewati kajian oleh Telkom. Kita semua di dewan Danantara kita akan mengoptimalkan aset kita," tandasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close