Dolar Tembus Rp16 Ribu, BI Andalkan Jurus Ini untuk Selamatkan Rupiah

Nusantaratv.com - 17 April 2024

Gubernur BI Perry Warjiyo/ist
Gubernur BI Perry Warjiyo/ist

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Bank Indonesia (BI) merespons cepat pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus batas psikologis Rp16.000. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pelemahan itu tak lepas dari kondisi geopolitik Timur Tengah. Pelemahan semakin parah setelah Iran menyerang Israel pada Sabtu (13/4/2024).

Perry memastikan pihaknya akan melakukan intervensi secara pembelian tunai ataupun non delivery forward.

"BI selalu ada di pasar dan kami akan memastikan nilai tukar akan terjaga. Kita lakukan intervensi baik melalui spot maupun non delivery forward," ungkap Perry, Selasa (16/4).

Dalam upaya menjaga kestabilan rupiah, kata Perry, BI juga akan tetap menjaga koordinasi dengan pemerintah sebagai pengelola fiskal. 

"Kami jajaki koordinasi dengan pemerintah dengan fiskal bagaimana jaga moneter dan fiskal. Kami pastikan kami di pasar untuk melakukan langkah stabilisasi," katanya.

Senada, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto menuturkan pelemahan rupiah merupakan imbas memanasnya konflik di Timur Tengah.

Situasi yang tidak kondusif di Timur Tengah, kata Edi, menyebabkan semakin kuatnya sentimen risk off sehingga mata uang emerging market khususnya Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Indeks dolar (DXY) selama periode libur Lebaran telah menguat signifikan dari 104 menjadi di atas 106, bahkan pagi ini sudah mencapai angka 106,3.

"Selama libur Lebaran, Pasar NDF IDR di offshore juga sudah tembus di atas Rp 16.000 atau sudah di sekitar Rp 16.100, sehingga rupiah dibuka di sekitar angka tersebut (di atas Rp16.100)," tutur Edi, dikutip dari detikcom.

Edi memaparkan tiga langkah konkret yang akan ditempuh BI untuk mengatasi pelemahan rupiah. 

Pertama, BI akan menjaga kestabilan rupiah dengan menyeimbangkan supply-demand valas di market melalui triple intervention khususnya di spot dan DNDF.

Kedua, BI akan meningkatkan daya tarik aset Rupiah untuk mendorong capital inflow seperti melalui daya tarik SRBI dan hedging cost. Ketiga, BI tetap koordinasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait seperti pemerintah, PT Pertamina (persero) dan lainnya.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close