Di Acara Nusantara Economic Outlook 2026, Menko Airlangga: Optimis! Dengan Kolaborasi dan Kerja Keras Kita Capai Pertumbuhan Ekonomi

Di Acara Nusantara Economic Outlook 2026, Menko Airlangga: Optimis! Dengan Kolaborasi dan Kerja Keras Kita Capai Pertumbuhan Ekonomi

Nusantaratv.com - 04 Februari 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis dengan kolaborasi dan kerja keras bersama pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dicapai yang dapat memberikan kesejahteraandan lapangan kerja kepada rakyat Indonesia.

Hal itu disampaikan Airlangga Hartarto dalam keynote speech di acara Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026 di Nusantara Ballroom NT Tower Jakarta, Rabu (4/2/2026) yang digagas Nusantara TV.

"Tajuk yang diambil berjudul 'Enhancing National Resilience of Sustainable Growth' sebagai pondasi pertumbuhan berkelanjutan. Ini adalah cermin dari strategi besar pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan daya tahan yang mampu meredam guncangan," kata Airlangga mengawali keynote speech-nya secara daring.

Airlangga menyampaikan IMF memproyeksikan Indonesia tetap pada jajaran negara dengan pertumbuhan terbaik di tahun 2026 yang mencerminkan daya tahan fundamental. 

Sejumlah indikator makro ekonomi menunjukkan momentum pertumbuhan yang positif. PMI baru dirilis masih ekspansif di 52,5 di bulan Januari ini.hDari segi ekspansi sudah hampir satu semester.

Dari sisi konsumsi mandiri spending indeks mencatat 372,5. Artinya penguatan belanja rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi. Dari sisi eksternal perdagangan surplus sudah lebih dari 5 tahun dan mencapai 41,05 miliar US Dolar secara year on year. 

Terkait dengan isu di pasar modal dalam sepekan terakhir juga menunjukkan resiliensi dan fundamental yang kuat. "Dan ini menjadi momentum perbaikan pasar yang lebih sehat ke depan," tandasnya.

Airlangga lebih lanjut memaparkan Pemerintah dan regulator sudah menetapkan 8 poin reformasi pasar modal dengan fokus meningkatkan likuiditas, transparansi, kepemilikan manfaat, tata kelola penegakan hukum dan pendalaman pasar terintegrasi yang sudah ditutup di zona hijau di angka 8.122 pada Selasa (3/2/2026).

Sepanjang tahun 2025 Pemerintah telah mengeluarkan Rp101 triliun untuk berbagai stimulus terbukti mampu menjaga daya beli dan mendorong konsumsi sehingga ekonomi masih mampu tumbuh secara solid di tengah gejolak ekonomi global.

Selanjutnya di kuartal I 2026 Pemerintah menyediakan stimulus tambahan berupa diskon trasportasi Idul Fitri. Untuk kereta api pada 14-29 Maret. Angkutan laut pada 11 Maret sampai 5 April. Penyeberangan pada 11-31 Maret dan pesawat pada 14-29 Maret dan diskon tarif.

Baca juga: Direktur Nusantara TV Randy Tampubolon Tegaskan Optimisme Ekonomi RI di Nusantara Economic Outlook 2026

"Stimulus tersebut didorong oleh work from anywhere yang dikeluarkan oleh MenPAN RB dan Menteri Tenaga Kerja. Baik untuk sektor publik maupun sektor swasta," ujar Airlangga. 

Kemudian bantuan pangan dilanjutkan yaitu beras 10 kilogram dan 2 liter minyak goreng diberikan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat selama bulan Februari dan Maret

Pemberian stimulus ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di Kuartal I 2026. 

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di tahun 2029 dengan trajectori 5,4 persen melalui sektor penggerak antara lain sektor jasa yang tentunya memperkuat sektor keuangan, pariwisata, digitalisasi, ekonomi kreatif maupun Gig ekonomi. 

Kemudian sektor manufaktur terus didorong menggunakan baik downstreaming atau hilirisasi kemudian revitalisasi industri padat karya dan industri berorientasi ekspor.  

Pemerintah mendorong 18 proyek hilirisasi Rp618 triliun dan akan menyerap 276 ribu tenaga kerja. Kemudian Pemerintah juga mendorong sektor pertanian dan peternakan yang sangat terdorong dan terbantu oleh program MBG dan program swasembada pangan.

Sektor konsumsi juga didorong oleh program 3 juta rumah. Dan berbagai kegiatan tersebut tentunya akan mendorong sinergi antara fiskal dan moneter melalui APBN maupun non-APBN dengan investasi yang dilakukan Danantara.

"Resiliensi menjadi perhatian pemerintah dan pertumbuhan berkelanjutan juga terus didorong. Dan ini membutuhkan sinergi antara Pemerintah pusat, dukungan media seperti Nusantara TV dan para pelaku ekonomi," kata Airlangga.  

"Saya optimis dengan kolaborasi dan kerja keras kita bersama pertumbuhan ekonomi dapat kita capai yang tentunya memberi kesejahteraan, memberi lapangan kerja kepada rakyat Indonesia," pungkasnya. 

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close