Desa di Kaltim Bangun 718 Fasilitas Ketahanan Pangan

Desa di Kaltim Bangun 718 Fasilitas Ketahanan Pangan

Nusantaratv.com - 28 Desember 2022

Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Provinsi Kaltim Sri Wartini (Antara / HO dokumentasi pribadi)
Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Provinsi Kaltim Sri Wartini (Antara / HO dokumentasi pribadi)

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Desa-desa di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2022 berhasil membangun 718 fasilitas untuk ketahanan pangan seperti pembangunan irigasi, embung, jalan ke pertanian, penjemuran produk, lumbung, jembatan ke lokasi pertanian, dan padat karya pertanian.

"Pembangunan sebanyak 718 fasilitas tersebut menggunakan anggaran Dana Desa dengan nilai Rp43,64 miliar," ujar Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Sri Wartini di Samarinda, Rabu.

Dari anggaran yang sebesar Rp43,64 miliar ini, senilai Rp8,46 miliar digunakan untuk upah padat karya tunai yang melibatkan warga desa masing-masing dengan total mencapai 13.047 tenaga kerja, terdiri atas 12.717 laki-laki dan 330 perempuan kepala keluarga.

Menurutnya, padat karya tunai untuk warga desa merupakan hal yang menjadi kegiatan penting bagi pemerintah desa, yakni mengacu pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2022.

Berdasarkan peraturan tersebut, maka padat karya tunai desa merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya bagi warga miskin dan marginal.

Kegiatan ini bersifat produktif dengan memanfaatkan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan pendapatan, harapannya adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Sedangkan rincian dari 718 kegiatan untuk ketahanan pangan itu antara lain untuk pembangunan akses jalan ke lahan pertanian dalam arti luas sebanyak 230 jalan, sedangkan total jalan yang berhasil dikerjakan sepanjang 177.930 meter.

Anggaran yang digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 177.930 meter ini senilai Rp19,87 miliar, dengan upah untuk padat karya tunai senilai Rp2,83 miliar.

Untuk pembangunan lumbung pangan sebanyak 13 unit dengan total luas bangunan 549 meter per segi, menggunakan total anggaran Rp1,1 miliar, dan untuk upah padat karya tunai senilai Rp214 juta.

Pembangunan jembatan roda dua menuju akses pertanian sebanyak 33 unit dengan volume kegiatan sepanjang 810,3 meter, menelan anggaran Rp1,38 miliar, sedangkan yang digunakan untuk upah padat karya senilai Rp260,82 juta.

"Ada pula untuk padat karya tunai pada pembangunan fasilitas perikanan sebanyak 17 kegiatan dengan realisasi 258 meter per segi, total anggaran yang digunakan Rp609,76 juta, sementara yang digunakan untuk upah padat karya senilai Rp173,07 juta," kata Sri.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close