BGN: Rp60 Triliun Anggaran MBG Telah Disalurkan, Dorong Ekonomi Daerah

BGN: Rp60 Triliun Anggaran MBG Telah Disalurkan, Dorong Ekonomi Daerah

Nusantaratv.com - 22 April 2026

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan implementasi makan bergizi gratis di Padang, Rabu, (22/4/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar (Antara)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan implementasi makan bergizi gratis di Padang, Rabu, (22/4/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa hingga saat ini realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp60 triliun dari total Rp268 triliun yang dialokasikan pemerintah pusat.

"Alhamdulillah, sampai hari ini dari Rp268 triliun anggaran MBG kita sudah mentransfer Rp60 triliun melalui virtual account SPPG," kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu, 22 April 2026.

Dadan menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga April 2026, penyaluran anggaran tersebut telah mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah. Salah satu dampak nyata terlihat di Kabupaten Jember, di mana program MBG membantu meningkatkan kembali nilai komoditas pertanian.

Ia mencontohkan, sebelum program berjalan, petani jeruk di Jember mengalami penurunan harga hingga Rp4.000 per kilogram, bahkan banyak yang beralih profesi. Namun setelah adanya MBG, harga jeruk melonjak menjadi Rp10.000 per kilogram sehingga kembali meningkatkan minat petani untuk bertanam.

Selain itu, kebutuhan bahan pangan untuk setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tergolong besar. Setiap unit, kata Dadan, memerlukan sekitar lima ton beras atau setara 10 ton gabah kering setiap bulan, ditambah kebutuhan lain seperti sayuran, buah-buahan, ikan, telur, dan susu.

"Jadi, MBG ini memberdayakan masyarakat," kata Dadan Hindayan, dikutip dari Antara.

Ia menegaskan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama bagi anak dan ibu hamil, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas hingga ke tingkat akar rumput.

Dadan menambahkan, pemenuhan gizi sejak masa awal kehidupan, khususnya dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), menjadi kunci penting dalam mencegah stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat.

"Dengan mencegah stunting sejak dini, kita berharap ke depan akan lahir generasi yang sehat dan pintar," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close