Efek Larangan Mudik, Diprediksi Bakal Tingkatkan Gairah Perekonomian di DKI Jakarta 

Berdasarkan data biasanya setiap mudik lebaran warga DKI jakarta mengalirkan uang sebesar Rp10 triliun ke daerah

Suasana di salah satu mal di Jakarta/ist

Jakarta, Nusantara TV-Larangan mudik terkait Idul Fitri 2021 yang diberlakukan pemerintah pusat mulai 6 hingga 17 Mei mendatang diprediksi bakal meningkatkan gairah perekonomian di DKI Jakarta

Prediksi positif tersebut dilontarkan Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang.

Kondisi ekonomi yang mulai membaik, kata Sarman, ditambah peningkatan jumlah perusahaan yang memiliki kemampuan membayar tunjangan hari raya (THR) serta cairnya THR untuk ASN, TNI-Polri dan pensiunan, membuat daya beli masyarakat meningkat.

"Biasanya uang ini akan mengalir ke daerah tujuan mudik, namun karena larangan mudik yang sangat ketat maka uang tersebut berpotensi akan beredar di Jakarta dan sekitarnya," kata Sarman dikutip dari Okezone, Minggu (9/5/2021).

Menurut Sarman warga Jakarta yang tidak pulang kampung karena larangan mudik akan ramai mengunjungi mal, hotel, restoran, kafe, pusat hiburan/wisata seperti Ancol, TMII, KB Ragunan, Monas, Kota Tua dan Kepulauan Seribu dan kawasan lain sekitar Bodetabek. Dengan demikian akan terjadi transaksi ekonomi yang signifikan yang menggairahkan perekonomian Jakarta dan sekitarnya.

Berdasarkan data, papar Sarman setiap tahun biasanya sekitar 7 juta orang atau setara 2,5 juta keluarga warga Jabodetabek mudik ke kampung halaman dan mengalirkan uang ke daerah mencapai Rp10 triliun.

Baca juga: Pemprov DKI Berlakukan SIKM pada 6-17 Mei 2021

Namun karena adanya larangan mudik keluarga di kampung hanya menerima kiriman uang lebaran. Untuk mengisi liburan Idul Fitri tahun ini, warga Jabodetabek akan mengunjungi berbagai tempat santai bersama keluarga dan diperkirakan akan terjadi perputaran uang sebesar Rp1,25 triliun dengan asumsi per keluarga membelanjakan paling sedikit Rp500 ribu selama liburan Idul Fitri 1442 H.

"Ini perkiraan perputaran uang paling rendah dan ada kemungkinan di atas itu," bebernya.

Secara otomatis perputaran uang  tersebut akan meningkatkan konsumsi rumah tangga dan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta dan nasional.

Data Bank Indonesia menyebutkan peredaran uang dalam bentuk uang tunai selama masa Idul Fitri 1442 di seluruh Indonesia diperkirakan sebesar Rp152,14 triliun, meningkat sebesar 39,33 persen (yoy) dibandingkan tahun lalu sebesar Rp109,20 triliun.

Jika perputaran uang selama masa Idul Fitri sesuai prediksi 
maka akan sangat efektif untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II-2021 yang dipatok diangka 7 persen,naik signifikan dari kuartal I-2021 yang masih minus 0,74 persen.

Namun demikian Sarman menekankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyebaran covid-19 selama musim libur Idul Fitri 2021. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK