Dituding Korupsi, Suku Amungme Siap 'Mati' Bela Bupati Mimika

Mereka berharap pemberitaan Eltinus Omaleng berimbang

Mimika, Nusantara TV Sekelompok masyarakat dari Suku Amungme, Papua mendeklarasikan 'Tim Solidaritas Save Bupati Omaleng'. 

Deklarasi tersebut dilakukan menyikapi beredarnya pemberitaan yang terkesan menyudutkan Bupati Mimika Eltinus Omaleng terkait dugaan korupsi pada pembangunan Gereja Kingmi Mile 32, Mimika, Papua. 

Baca juga: Stafsus Milenial: Berkat Otsus Saya yang Tak Mampu Bisa Raih Pendidikan Tinggi 

Ketua Tim Solidaritas Save Bupati Omaleng, Nalio Jangkup menuturkan, pembentukan Tim merupakan langkah dukungan dan bentuk cinta terhadap Eltinus Omaleng.  

"Selama ini pemberitaan media begitu gencar mengarah pada Bupati Eltinus Omaleng, namun sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan pemberitaan klarifikasi kepada pihak Bupati," ujar Nalio. 

Ia berharap pemberitaan terhadap Omaleng berimbang. 

"Seharusnya dalam pemberitaan media itu harus ada keseimbangan, tetapi di sini kami melihat media-media tersebut hanya berada di satu sisi saja," kata dia. 

Menurut Nalio, pihaknya tak bisa menerima tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada Bupati. Terlebih, kata dia hingga kini pihaknya belum menerima upaya klarifikasi dari awak media massa yang memberitakan tersebut. 

"Maka kami menganggap ini adalah serangan politis yang tidak mendasar, namun masif dan sistematis," tegasnya. 

Lebih lanjut, Nalio memaparkan bahwa Bupati Eltinus Omaleng adalah putra asli setempat yang juga merupakan sosok teladan, panutan, dan seorang Kepala Suku Besar juga di Amungme. 

Sehingga, pihaknya yakin Omaleng takkan melakukan perbuatan seperti yang disangkakan. 

Nalio menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan saat ini merupakan kesadaran, dimana kepala suku yang juga sekaligus bupati, didiskriminasi oleh sejumlah media massa.  

"Nantinya tim ini akan bekerja dan memberikan informasi, kebenaran serta fakta yang berimbang," kata dia. 

Nalio pun berharap agar kasus pembangunan gereja tak dijadikan alat untuk menyudutkan Bupati. Terutama demi kepentingan tertentu, dan untuk meraih kekuasaan. 

"Kami berharap kasus gereja tidak dijadikan alat untuk serangan terhadap Bapak Bupati, terlebih dipakai oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadi dan jabatan," tandasnya.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK