Diduga Sebabkan Pembekuan Darah, AS Hentikan Penggunaan Vaksin Johnson & Johnson

Dikabarkan seorang perempuan berusia 45 tahun meninggal usai divaksin menngunakan vaksin covid-19 johnson&johnson

Ilustrasi vaksin covid-19 Johnson&johnson/ist

Virginia, Nusantara TV-Amerika Serikat (AS) memutuskan menghentikan sementara penggunaan vaksin covid-19 Johnson & Johnson. Pasalnya, vaksin tersebut diduga menyebabkan pembekuan darah yang mengakibatkan munculnya masalah serius pada penerima vaksin. 

Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Rabu (14/4/2021) dikabarkan mulai menyelidiki laporan kematian seorang perempuan asal Virginia pada Maret lalu usai menjalani vaksinasi covid-19 menggunakan vaksin Johnson & Johnson.

Perempuan berusia 45 tahun mendapat vaksin Johnson & Johnson pada 6 Maret, kemudian mengalami penurunan kondisi kesehatan yang terus memburuk setiap harinya.

Baca juga: Beberapa Anggota DPR Terima Vaksin Nusantara

Perempuan itu lalu mendatangi rumah sakit pada 17 Maret karena kesehatannya makin buruk. Dikatakan dalam laporan tersebut, tubuhnya menjadi kering, sakit kepala yang parah, dan kelemahan tubuh sebelah kiri.

Berdasarkan hasil diagnosis, perempuan itu mengalami herniasi otak dan dinyatakan mati otak pada 18 Maret atau sehari setelah dirinya mendatangi rumah sakit.

CDC bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sedang menyelidiki kasus tersebut. Secara keseluruhan ada enam kasus serupa di mana masalahnya ada pada terjadinya pembekuan darah tidak lazim usai divaksin pada perempuan berusia 18 hingga 48 tahun.

Di AS sendiri vaksin Johnson & Johnson sudah disuntikkan sebanyak 6,8 dosis. Sebagian besar laporannya tanpa efek samping atau efek samping ringan.

Akibat adanya kasus ini, negara bagian Virginia sudah menghentikan penggunaan Vaksin Johnson & Johnson. Juru Bicara Vaksinasi Negara Bagian Virginia dr Danny Avula menjelaskan keputusan itu demi keselamatan banyak orang.

"Kami sedang menanti hasil penyelidikan yang dilakukan CDC dan FDA terkait efek samping ini. Untuk sementara waktu kami hentikan penyuntikan Vaksin Johnson & Johnson di Virginia. Di sisi lain, masyarakat bisa mendapatkan dua merek vaksin yaitu Pfizer dan Moderna," pungkasnya.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK