Diduga Ditipu, Nasabah Indosurya Polisikan Eks Pengacara

Pelapor mengaku dijanjikan kerugiannya dibayar

Mapolda Metro Jaya. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Beberapa nasabah Koperasi Simpan-Pinjam (KSP) Indosurya Cipta melaporkan mantan pengacaranya ke Polda Metro Jaya. Korban yang berinisial M dan VS, mempolisikan pengacara bernama Natalia Rusli, atas dugaan penipuan.

Laporan yang teregistrasi dengan nomor LP/2301/IV /YAN2.5 / 2021 / SPKT PMJ, tanggal 30 April 2021, dibuat oleh advokat LQ Indonesia Law Firm, Alvin Lim, yang mewakili kedua nasabah.

"Natalia Rusli diduga memberikan janji-janji palsu kepada para korban Indosurya dengan mengatakan bahwa dirinya sudah mendapatkan Rp200 miliar slot atau gerbong ganti rugi kepada korban Indosurya yang menjadi klien Master Trust Law Firm, dari Juniver Girsang selaku kuasa hukum Indosurya," ujar Alvin, Senin (3/5/2021).

Alvin menuturkan, untuk memuluskan aksinya, Natalia diduga menunjukkan fotonya dengan Juniver Girsang kepada para korban. Karena percaya setelah ditunjukkan foto tersebut, lanjutnya, korban VS dan M lalu memberikan kuasa dan menyetor lawyer fee ke rekening BCA Sheilla Ariestia Edina.

"Ini diduga atas perintah Natalia Rusli, setoran dilakukan di bulan April-Mei 2021 sebagaimana tertera dalam perjanjian jasa hukum Master Trust Law Firm yang ditandatangani korban dan Natalia Rusli," kata dia.

"Saya percaya memberikan uang jasa hukum karena janji Natalia Rusli bahwa dalam waktu 3-6 bulan akan ada penyelesaian ganti rugi dari Indosurya melalui Juniver Girsang. Saya harus segera transfer uang ke Natalia karena katanya harus cepat-cepatan gerbong pembayaran ganti rugi hanya untuk klien Master Trust Law Firm," imbuh M.

Setelah enam bulan berlalu, kata M, pihaknya menanyakan kepada Natalia Rusli dan Sheilla Ariestia Edina mengenai janji tersebut. Namun, lanjut M, nomor ponselnya tak bisa dihubungi.

"Parahnya ketika kami datang ke kantor Master Trust Law Firm di Ruko Manyar C15, Kapuk Muara, Penjaringan, sesuai alamat tertera di surat kuasa, dalam keadaan kosong tidak ada Natalia dan Sheilla, ruko keadaan kosong," jelas M.

"Sudah jatuh, hilang uang tabungan saya diduga ditipu Indosurya, sekarang malah tertimpa tangga diduga ditipu Natalia Rusli dan Sheilla Ariestia Edina dari Master Trust Law Firm," imbuh VS.

Alvin Lim yang merupakan pendiri LQ Indonesia Law Firm melanjutkan, Natalia diduga mencatut nama Juniver Girsang dalam perkara ini.

"Selain mencatut nama rekan Juniver Girsang, Natalia Rusli juga di bulan April-Mei 2020 mengaku sebagai advokat, padahal setelah kami cek, Natalia Rusli baru mendapatkan berita acara sumpah (BAS) sehingga sesuai UU Advokat belum menjadi advokat," kata dia.

Selain Natalia Rusli, menurut Alvin pihaknya turut melaporkan Sheilla Ariestia Edina dan Adnan. Natalia dan Adnan disebutnya sebagai penerima kuasa, sementara Sheilla merupakan penerima uang hasil dugaan penipuan.

"Untuk Natalia Rusli, kami juga sedang mengecek di IBEK dan di sistem Dikti Natalia Rusli tidak terdaftar gelar sarjana hukum (SH) di IBEK. Sehingga kami duga ijazahnya palsu dan Natalia mengajukan BAS dengan dokumen ijazah palsu/tidak terdaftar. Kami dalam proses verifikasi data gelar SH, Natalia ke Dikti, Pengadilan Tinggi (PT) Banten dan ke IBEK," papar Alvin.

Menurut Alvin, hal ini perlu menjadi perhatian Peradin, selaku organisasi advokat yang mengajukan BAS untuk Natalia Rusli ke PT Banten 16 September 2020.

"Apakah Peradin mengecek keabsahan dokumen sehingga bisa lolos ke Pengadilan Tinggi dan mengesahkan BAS dengan dasar dokumen palsu? Sekarang diketahui Natalia Rusli bergabung dengan organisasi advokat Kongres Advokat Indonesia (KAI), harap agar KAI mengecek keabsahan ijazah sarjana hukum Natalia Rusli di IBEK ke Dikti apakah terdaftar? Hati-hati karena Pasal 263 KUH Pidana bukan hanya menjerat pembuat surat palsu namun pengguna surat palsu bisa dijerat berdasarkan pasal 263 ayat (2) KUH Pidana. Jangan sampai KAI terlibat dan terseret pidana surat palsu," jelas Alvin.

Lebih lanjut, kata Alvin, usai pihaknya mendapatkan data-data yang cukup, maka LQ Indonesia Law Firm akan melaporkan Natalia Rusli dengan tuduhan surat palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUH Pidana tentang pemalsuan surat. Ia menegaskan, LQ Indonesia tak pandang bulu dalam menegakkan hukum, termasuk terhadap sesama advokat sekali pun.

"Oknum aparat penegak hukum yang menipu masyarakat walaupun itu oknum lawyer akan kami proses, apalagi lawyer bodong," jelas advokat yang dikenal vokal dan pemberani ini.

"Bagi korban Indosurya lainnya yang diduga ditipu Natalia Rusli dapat menghubungi LQ Indonesia Law Firm untuk mendapatkan konsultasi hukum secara gratis di 0817-489-0999," imbuhnya.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK