Bupati Sahkan Perbup Larangan Kawin Kontrak di Cianjur

Herman menambahkan penandatanganan dan launching sengaja dilakukan di kawasan Vila Kota Bunga, sebab kawasan tersebut menjadi lokasi wisata favorit bagi wisatawan...

Ilustrasi kawin kontrak/ist

Cianjur, Nusantara TV-Praktik kawin kontrak di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat resmi dilarang. Bupati Cianjur Herman Suherman telah menandatangani dan mengesahkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait larangan praktik kawin kontrak, Jumat (18/6/2021).

Menariknya penandatanganan dilakukan di kawasan Vila Kota Bunga Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet yang diduga menjadi lokasi  praktik prostitusi terselubung tersebut.

"Hari ini kita tandatangani Perbup sekaligus launching, yang juga menjadi titik awal upaya pemerintah mencegah praktik kawin kontrak. Sebab praktiknya sangat merugikan dan merendahkan kaum perempuan," ujar Herman dikutip dari detik, Jumat (18/6/2021).

Dengan adanya aturan tersebut, kata Herman, semua pihak dapat terlibat dalam penanganan dan pencegahan praktik kawin kontrak.

"Dasar hukumnya sudah ada, meskipun baru berupa Perbup. Tapi sudah cukup untuk awalan kita sama-sama memberantas kawin kontrak," tandasnya.

Baca juga: Derita Wanita Cianjur-Puncak yang Jadi Korban Kawin Kontrak

Herman menambahkan penandatanganan dan launching sengaja dilakukan di kawasan Vila Kota Bunga, sebab kawasan tersebut menjadi lokasi wisata favorit bagi wisatawan asing dan terindikasi kerap terjadi praktik kawin kontrak.

"Kota Bunga ini sering dikunjungi wisatawan asing dari Timur Tengah, dan terindikasi di kawasan ini terjadi kawin kontrak," kata dia.

"Sengaja di sini, biar aturan ini terdengar dan gaungnya sampai pada wisatawan asing agar tidak melakukan praktik kawin kontrak di Cianjur," imbuhnya.

Herman mengakui jika dalam Perbup tersebut belum diatur secara tegas terkait sanksi. 

"Sanksi nanti di Perda, kalau sekarang jadi dasar untuk semuanya bergerak dan mengimbau agar tidak ada praktik kawin kontrak," pungkasnya.

Lahirnya Perbup larangan kawin kontrak di Cianjur seolah memberi harapan untuk mengakhiri fenomena yang merugikan kaum perempuan tersebut. Namun jika tidak ada sanksi yang tegas dan hanya bersifat imbauan, rasanya tidak akan efektif. Pasalnya banyak pihak yang memang sengaja memanfaatkan praktik kawin kontrak untuk keuntungan pribadi. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK