Bupati Cianjur: Kawin Kontrak Injak-injak Derajat Kaum Perempuan

Menurut Bupati Cianjur ada komplotan yang bermain di balik maraknya praktik kawin kontrak di Cianjur

Ilustrasi kawin kontrak/ist

Cianjur, Nusantara TV-Bupati Cianjur Herman Suherman menentang keras praktik kawin kontrak. Sebagai bentuk ketegasannya menentang praktik prostitusi terselubung itu, Herman telah menandatangani dan mengesahkan Peraturan Bupati tentang larangan praktik kawin kontrak. 

Herman menilai praktik kawin kontrak adalah eksploitasi terhadap kaum perempuan. Dalam praktik kawin kontrak kaum perempuan telah diperlakukan seperti komoditas atau barang dagangan untuk dijajakan kepada pria hidung belang. 

"Harkat derajat kaum perempuan Cianjur sudah diinjak-injak dengan praktik kawin kontrak," serunya, Minggu (20/6/2021). 

Menurut Herman ada komplotan yang bermain di balik maraknya praktik kawin kontrak di Cianjur. Mereka memanfaatkan kaum  perempuan yang terbutakan oleh harta dan gaya hidup hedonisme. Tergiur iming-iming mendapatkan uang banyak agar bisa membeli handphone, pergi ke karaoke, bahkan ingin memiliki motor, mobil, hingga rumah.

"Sementara dengan tadi itu ya hanya butuh duit untuk gengsi-gengsian, untuk make-up, ke karaoke dan sebagainya, beli handphone dan sebagainya sampai mau menawarkan diri dengan kawin kontrak sekian bulan," ungkap Bupati dikutip dari detik.

Baca juga: Bupati Sahkan Perbup Larangan Kawin Kontrak di Cianjur

Padahal dalam praktiknya kaum perempuan selalu menjadi pihak yang paling dirugikan dengan adanya kawin kontrak ini.

"Diperjanjian itu katanya dikasih motor, si motor memang sudah dikasih, tapi pas waktu si kontrak itu habis, kenapa si motor itu harus diambil lagi. Kan sudah perjanjian," ujar Merah, pelaku kawin kontrak.

"Katanya sih ya kalau si cewek menolak kayak gitu disiksa habis-habisan, sampai ditendang, sampai dipukul sampai bagaimana gitu," ujar imbuhnya.

Praktik kawin kontrak melibatkan banyak pihak. Mulai dari penghubung ke peminat di Timur Tengah hingga penyedia tempat tinggal selama kawin kontrak. Mereka berkoordinasi secara terpisah namun saling mendukung.

Ada yang menjemput di bandara, ada yang menyiapkan tempat, juga ada yang mencari seseorang yang berperan sebagai penghulu, saksi, dan wali.

Komplotan ini juga ada yang bertugas menyediakan perempuan untuk dinikahi oleh pria arab selama mereka berliburan di Puncak, Bogor, atau Cianjur. 

Penyimpangan ini bila dibiarkan dapat merusak tatanan di masyarakat.

"Bahwa ini sudah menyebar kepada bukan hanya kepada para orang dewasa tetapi sudah menyebar kepada para remaja dan anak-anak ini jelas merupakan sebuah ancaman yang cukup serius yang tidak boleh dibiarkan," ungkap Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Cianjur, H. Ahmad Yani.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK