Wamenag Romo Syafi’i Ajak Anak Muda Berani Hadirkan Terobosan “Gila” di Ekonomi Kreatif

Wamenag Romo Syafi’i Ajak Anak Muda Berani Hadirkan Terobosan “Gila” di Ekonomi Kreatif

Nusantaratv.com - 05 Maret 2026

Tommy William Tampubolon dan Wamenag (Ntvnews.id/Adiansyah)
Tommy William Tampubolon dan Wamenag (Ntvnews.id/Adiansyah)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Wakil Menteri Agama RI, Romo Syafi’i mengajak generasi muda Indonesia untuk berani melahirkan inovasi besar di sektor ekonomi, khususnya ekonomi kreatif. 

Ia menilai, anak muda tidak cukup hanya menjalankan usaha secara biasa, tetapi harus mampu menghadirkan gagasan yang unik dan berbeda dari yang sudah ada.

Pesan tersebut disampaikan Romo Syafi’i setelah menghadiri Rapat Kerja Nasional Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) yang digelar di Nusantara Ballroom, Novotel Jakarta Pulomas, Jumat (6/3/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya keberanian generasi muda untuk memunculkan ide-ide baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

"Kalau anak muda bergerak di bidang ekonomi biasa-biasa saja, itu nggak usah. Kita pengen mereka bisa buat terobosan yang gila. Gila dalam arti yang belum terpikirkan sebelumnya, tapi tetap dengan koridor," ucapnya.

Menurutnya, kreativitas dan inovasi menjadi faktor penting bagi generasi muda untuk membuka peluang ekonomi baru yang bisa memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Selain itu, Romo Syafi’i mengingatkan bahwa kegiatan ekonomi dalam pandangan agama tidak sekadar berorientasi pada keuntungan, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah. Terlebih di bulan Ramadan, aktivitas ekonomi yang dilakukan dengan niat baik dapat menjadi bentuk pengabdian kepada Tuhan sekaligus memberi manfaat bagi orang lain.

"Berekonomi itu dalam konteks agama itu juga ibadah. Karena itu, karena dia konteks ibadah, silakan berkreasi untuk bergerak di bidang ekonomi di bidang apa saja dengan sebuah ketentuan," terangnya.

Ia juga menegaskan tiga prinsip yang perlu dijaga dalam menjalankan usaha, terutama bagi generasi muda yang mulai merintis bisnis.

Pertama, tidak melakukan kecurangan dalam aktivitas usaha. Kedua, menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap transaksi. Ketiga, menjaga amanah serta kepercayaan yang diberikan pihak lain.

Menurut Romo Syafi’i, jika ketiga prinsip tersebut dijalankan secara konsisten, maka kreativitas dalam berbisnis dapat berkembang tanpa melanggar nilai moral.

Ia pun mengingatkan agar para pelaku usaha tidak menjadi sombong ketika telah mencapai kesuksesan. Sikap rendah hati dan semangat berbagi kepada sesama harus tetap dijaga sebagai bentuk rasa syukur.

"Jadi jangan kalau sukses sombong, tapi tetaplah berbagi. Kalau sukses rupa diri, tetaplah tunduk kepada Allah Subhanahu wa ta'ala," tegasnya.

Romo Syafi’i juga mengaku senang bisa hadir dalam Rakernas Gekrafs karena melihat langsung semangat generasi muda yang terlibat dalam gerakan ekonomi kreatif. 

Ia menilai, partisipasi aktif anak muda dalam bidang ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekonomi dan masa depan Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close