Nusantaratv.com-Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026. Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 yang dibacakan dalam prosesi resmi di Istana Negara. Presiden Prabowo memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat yang baru dilantik.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia dan memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian penggalan sumpah jabatan yang diucapkan para pejabat baru tersebut.
Sebelum prosesi pelantikan berlangsung, Nanik Sudaryati Deyang telah tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.52 WIB. Tak lama kemudian, menyusul Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Mayjen TNI (Purn) Trenggono.
Agustina mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima undangan pelantikan sejak Minggu, 7 Juni 2026. Meski baru dilantik secara resmi pada Senin, ia menyebut pengangkatannya sebagai Wakil Kepala BGN sejatinya telah berlaku sejak diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada 2 Juni lalu.
"Sama dari BGN ya kayaknya ya, dari BGN kan kemarin sebenarnya keppres-nya sudah berlaku tanggal 2 Juni waktu diumumkan oleh Pak Mensesneg. Jadi ini pelantikannya begitu," katanya.
Menurut Agustina, kepemimpinan baru BGN menghadapi sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama berkaitan dengan tata kelola kelembagaan dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
Ia mengatakan fokus pembenahan akan diarahkan pada perbaikan sistem pengelolaan program, termasuk refocusing penerima manfaat agar penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
"Bagaimana program ini akan tetap tercapai tujuannya karena tujuannya kan sebenarnya baik ya. Jangan ada anak-anak Indonesia yang kelaparan. Nah itu tujuannya baik tapi tata kelola tadi kurang baik sehingga ada beberapa permasalahan seperti yang sekarang. Nah kami diberi tugas untuk merapikan semuanya itu," katanya.
Pelantikan pimpinan baru BGN ini diharapkan menjadi momentum perbaikan tata kelola program MBG yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Pemerintah menargetkan program tersebut dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Dengan kepemimpinan baru, BGN juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan target pemenuhan gizi nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh