Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan.
Menurutnya, capaian tersebut bahkan telah mendapat pengakuan dari dunia internasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2027.
"Tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Meski demikian, Prabowo mengakui Indonesia masih belum mencapai swasembada daging. Dia menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan dalam kurun waktu lima hingga enam tahun mendatang.
Selain pangan, pemerintah juga mulai mendorong kemandirian di sektor energi. Salah satunya melalui produksi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar berbasis kelapa sawit.
"kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit," imbuhnya.
Prabowo mengatakan kebijakan tersebut membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri sejak 1 Juli 2026. Langkah itu juga memberikan dampak terhadap penghematan devisa negara.
"Dan kita berhasil menghemat devisa Rp 170 triliun, sekitar US$ 9,5 miliar tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri," ucapnya.
Di sisi lain, Prabowo menegaskan sejumlah program pemerintah seperti makanan bergizi, bantuan sosial, dan hilirisasi kini telah direalisasikan.
Program-program tersebut tidak lagi sekadar menjadi rencana yang tertulis di atas kertas karena manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.
Meski berbagai capaian telah diraih, Prabowo mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, pencapaian tersebut justru harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kerja demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi rakyat.
"Sekali lagi, ini bukan alasan untuk kita berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kita sadari kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dapat dirasakan oleh rakyat," tutupnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh